Investment

Industri Jasa Penunjang Migas Nasional Mampu Tangani East Natuna?

img title

Cilegon, petroenergy.id--Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Gunanusa Utama Fabricators, Ramli Simatupang menyatakan bahwa industri jasa penunjang migas Indonesia sebenarnya sanggup berperan banyak menangani tantangan eksplorasi dan eksploitasi Blok East Natuna.

"Untuk Blok East Natuna memang tidak mudah karena 72 persen gas Blok East Natuna mengandung CO2. Tapi sebenarnya kita sudah sanggup kok sebenarnya kalau menangani proyek-proyek offshore seperti itu. Hanya mungkin kalau misal ada teknologi yang belum kita punyai kan  bisa kerjasama dengan pemilik teknologi dari luar itu. Yang penting dibuat didalam Negeri jangn semuanya dibawa dari luar. Jika dari dalam kan keuntungannya TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negerinya makin tinggi," kata Ramli kepada petroenergy di Cilegon, Kamis, 6 April 2017.

Ditambahkannya; "Jika tantangannya adalah teknologi pembuatan Carbon Capture and Storage (CCS), maka Gunanusa siap saja berperan  misalkan membuat platformnya. Tapi sebenarnya saya lihat kalau permasalahan ini Blok Natuna sebenarnya bukan dari teknologinya saja, justru dari harga minyak sekarang yang dianggap tidak mencapai nilai keekonomian nantinya".

Ia menjelaskan, Gunanusa sudah cukup sering melakukan pengerjaan konstruksi platform offshore pesanan luar negeri, mulai dari India, Thailand, Myanmar, Austria, dengan tingkat kesulitan yang tinggi. "Justru selama ini kita main diluar dengan tantangan yang lebih besar baik dari sisi bisnisnya. Jadi kalau ditanya apa kita ingin berperan di East Natuna ya tentunya ingin berperan sebab kami memang mampu," tandasnya.(adi)

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category