Other

“Indonesia butuh puluhan ribu insinyur untuk bangun Mega Proyek Infrastruktur,”

img title

Heru Dewanto

Wakil Ketua Umum PII

 

Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan kekurangan pasokan tenaga ahli teknik (insinyur) dengan massive-nya program proyek pembangkit 35 ribu MW dan proyek-proyek infrastruktur yang digagas Presiden Jokowi.  Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 nanti, Indonesia akan  butuh setidaknya 82 ribu insinyur.

“Sementara yang tersedia hanya 20 ribu insinyur,” kata Heru dalam diskusi bertemakan “Saatnya Didengar” dalam rangkaian Indonesia Infrastructure Week di JCC Senayan, Jakarta pekan lalu. Itupun faktanya menurut Heru, sampai hari ini hanya  separuh dari sarjana teknik yang berprofesi sebagai insinyur. “Hanya separuhnya lagi dari jumlah itu bekerja di infrastruktur,” kata Heru yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Cirebon Electric Power ini.

Heru mengingatkan, jangan sampai proyek-proyek infrastruktur di mana salah satunya adalah mega proyek 35 Ribu MW akan kekurangan tenaga ahli yang mengelolanya. “Jadi jangan sampai kita punya proyeknya tapi tidak ada yang mengerjakannya,” kata dia.

Untuk itu, menurut Heru semua pihak harus punya visi yang sama dan bergandengan tangan mewujudkannya. “Kita tidak lagi bisa hanya berkutat bicara soal skema kemitraan saat ini, tapi harus ada yang berpikir ke depan,” kata Heru. Dalam pandangannya, pendidikan vokasi (kejuruan) bisa menjawab persoalan tenaga kerja.

“Tapi kurikulumnya juga harus sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu penyalurannya juga harus jelas, karena percuma anak-anak kita ini dilatih dan dilatih kemudian bingung bisa bekerja di mana,” kata Heru.

Heru menegaskan, program mega proyek pembangkit 35 ribu MW dan proyek-proyek infrastruktur yang digagas Presiden Jokowi diharapkan bisa menjadi sarana capacity building bagi bangsa Indonesia untuk bisa bersaing di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Menurut Heru, proyek 35 Ribu MW harus menjadi awal pembangunan manusia Indonesia yang akan membentuk masa depan Indonesia.

“Proyek ini harus bisa membuat Indonesia bertumbuh, bukan hanya dari sisi infrastruktur saja, namun juga manusianya. Jangan sampai, nanti setelah semua proyek ini selesai, tidak ada satupun anak bangsa yang mampu menjadi pemain-pemain yang berkualitas dan punya kapasitas untuk melanjutkan pembangunan bangsa ini,” kata Heru.

Heru mengungkapkan menurut data BPS, hingga Februari 2016 sekitar 7.45% rakyat Indonesia menganggur.  39% diantaranya lulusan SD, sementara 25% lainnya adalah sarjana. Data lain yang tak kalah mengagetkan menurut Heru adalah 47% dari angkatan kerja Indonesia merupakan lulusan SD.

“Bagaimana kita bisa bersaing di MEA dengan kondisi seperti ini? Capacity building ini harus dimulai dari sekarang, dan cara yang paling konkret dan paling komprehensif adalah melalui proyek 35 Ribu MW dan proyek-proyek infrastruktur yang digagas Presiden Jokowi,” papar Heru.

Heru mengingatkan jangan sampai terjadi miss-match, di mana di satu sisi ada begitu banyak lulusan SMK dan bahkan sarjana yang menganggur sementara demand dari sektor infrastruktur nantinya sangat besar. (*)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category