Profile

IGN Tenny Wibowo; Dimanapun Tempat Bekerja, Pasti Ada Tantangannya Sendiri

img title


“Sebelum bertindak, kita harus tahu apa yang kita inginkan. Setelah itu buatlah perencanaan terbaik dan jalankan rencana tersebut dengan sempurna. Jangan khawatir akan kegagalan dan jangan cemburu pada kesuksesan orang lain tapi jadikanlah itu pelajaran agar kita bisa menjadi lebih baik lagi.Yang paling penting adalah selalu melakukan upaya terbaik dan kemudian berusaha menjadi yang lebih baik lagi dimasa mendatang”, demikian ungkap Ignatius Tenny Wibowo, Presiden dan GM Santos Indonesia, dalam sebuah wawancara khusus dengan petroenergy di kantornya di Jakarta, belum lama ini.

Ignatius Tenny Wibowo, pria kelahiran Jember, Jawa Timur, ini bersekolah SD sampai SMP di Situbondo, Jawa Timur. Kemudian ia mengenyam pendidikan SMA Negeri 3 di kota Jogjakarta. Dari mulai selepas SMA kemudian langsung masuk ke ITB tahun 1985 lewat jalan PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) di Teknik Perminyakan.

“Sebenarnya tak ada hal menarik atau “menyimpang” dari perjalanan karir selama 30 tahun selain langsung terjun ke industri ini. Jadi maaf saja saya tak ada yang bisa “dikorek-korek” sebab memang keinginan dan garis tangan saya yang membawa saya langsung ke industri ini,” seloroh Tenny.

Setelah lulus ia langsung diterima kerja di ARCO, yang pada waktu itu salah satu produsen migas terbesar di Indonesia, sebagai Engineer. Setelah lima tahun berkantor di Jakarta kemudian ia pun ditugaskan ke kantor pusat ARCO International di Plano/Dallas, Texas, Amerika Serikat sebagaiSenior Engineer.

Setelah adanya golden shake hand ARCO pada tahun 1999, Tenny diminta pulang ke Jakarta untuk menduduki jabatan Exploitation Manager. Kerjanya, kata dia, evaluasi lengkap setiap lapangan mulai dari melihat cadangan, production profile, development, efisiensi biaya operasi dan perhitungan commercial. Akhirnya setelah sepuluh tahun berkarir dengan ARCO utamanya di area West Java, kemudian ia mengalami saat ARCO diakuisisi seluruhnyaoleh BP (British Petroleum).

“Jadi saya bergabung dengan perusahaan baru bukan karena saya yang pindah tempat kerja tapi karena perusahaannya yang diambil alih.”, demikian ungkapnya.

Setahun di BP, Tenny lantas ditugaskan di BP Trinidad & Tobago (BPTT) di Port of Spain, Trinidad Tobago di kawasan Karibia. Ia menjabat sebagai Planning Coordinator yang menghubungkan potensi eksplorasi, temuan cadangan dan existing production dengan proyeksi kebutuhan gas. Setelah satu setengah tahun di Trinidad and Tobago, Tenny akhirnya kembali ke asset sebelumnya di Offshore North West Java/ONWJ dan kemudian pada tahun 2008 menjabat sebagai GM (General Manager) BP West Java.


“Pada tahun 2009, BP melakukan divestasi asetnya di West Java. Saat itu saya sampaikan ke BP bahwa saya ingin tetap di West Java bersama dengan Perusahaan manapun yang akan mendapatkan interest BP tersebut,”demikian ungkapnya.

Syukurlah, kata dia, yang mengambil alih participating interest BP dan sekaligus bertindak sebagai operator baru adalah Pertamina melalui anak perusahaannya Pertamina Hulu Energi. Tenny pun bergabung dengan Pertamina dan diberi kepercayaan untuk tetap memimpin PHE ONWJ sebagai General Manager selama dua tahun. Setelah itu ia diminta bergabung ke PHE Holding sebagai Direktur Hubungan Internasional dan kemudian menjadi Direktur Utama Pertamina Hulu Energi/PHE selama dua tahun terakhir menjabat disana.

Tahun 2015,Tenny menerima tawaran untuk bargabung dengan Santos Indonesia, dan setelah mendapatkan ijin dari manajemen Pertamina, ia pun bergabung dengan Perusahaan Australia tersebut sebagai President and General Manager Santos Indonesia.

“Jadi lengkap sudah perjalanan karir saya dengan pengalaman kerja di perusahaan Amerika, Inggris, Indonesia, dan terakhir sekarang adalah Australia.”

Dari semua perjalanan karir tersebut akhirnya Tenny menyimpulkan seperti mengalami rotasi ruang dan waktu. Maksud dia adalah, ketika awal bekerja di ARCO ia berkantor di Gedung Panin kawasan Senayan. Saat ini setelah 30 tahun berkarir dan mengalami pindah-pindah lokasi kantor akhirnya ia kembali ke kawasan Senayan juga di Gedung Ratu Plaza. Begitu juga dengan lokasi aset Santos sekarang yang tidak begitu jauh dari tempat tinggalnya di masa muda di Jawa Timur.

Tapi sebenarnya apa bedanya ketika bekerja di Pertamina Hulu Energi yang notabene nya Perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dengan sekarang (Santos) yang merupakan PMA (Perusahaan Modal Asing)?

Dimanapun kita bekerja pasti ada tantangan tersendiri, ada yang lebih berat dan ada yang lebih sederhana. Itu biasa dan normal. Saat saya di PHE ada sekitar lebih banyak anak perusahaan. Ini benar lebih complicated. Namun waktu disana saya tanggung jawab utama saya pada level sub-holding, terkait dengan strategi usaha, pendanaan dan partners alignment tapi tidak langsung terlibat dalam operasional.

Kalau disini, saya langsung bertanggung jawab secara keseluruhan baik dari sisi strategi dan juga sisi operasionalnya. Kami memiliki tiga wilayah kerja namun bukan berarti tantanganya sedikit. Saya ada Kepala Teknik Tambang yang langsung bertanggung jawab terhadap kinerja safety maupun lingkungan tiga wilayah kerja kami. Saya juga bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi dan biaya. Saya percaya apapun peran yang kita jalankan selalu ada kesempatan untuk memberikan kontribusi positif bagi perusahaan maupun negara.

Anda aktif sebagai anggota Board IPA (Indonesia Petroleum Association). Seberapa pentingkah asosiasi ini?

Diindustri manapun Pemerintah perlu mendapatkan masukan dari pelaku bisnis terkait. IPA memiliki pengalaman, sumber daya, dan kepentingan yang sama dengan pemerintah untuk memajukan industry migas Indonesia.  Asosiasi seperti IPA dapat menjadi “teman diskusi” bagi Pemerintah untuk memberi masukan pengaruh kebijakan yang ada bagi industry serta apa hal-hal yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan investasi migas di dalam negeri.

Melalui IPA komunikasi dengan para pelaku industri bisa lebih efektif dibandingkan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan. IPA memiliki 13 board of directors dari berbagai perusahaan yang memiliki kegiatan di Indonesia dan mereka dipilih setiap tahun oleh para anggota. Saat ini saya merupakan salah satu dari 13 IPA board tersebut.

Bagaimana anda mengatur waktu diantara kesibukan di kantor, asosiasi dan keluarga?


Sangatlah penting memiliki work and life balance supaya kita selalu ‘segar’ sepanjang waktu. Akan tetapi work and life balance tidak bisa hanya secara sederhana diukur dari rasio jam kerja dan bersama keluarga karena sering kali ada undangan penting diluar jam bahkan hari kerja biasa. Saya lebih mengutamakan kualitas waktu dengan keluaga, saat bersama keluarga badan dan pikiran saya sepenuhnya bersama keluarga.

Bagaimana dampak Permen ESDM 27 Tahun 2017 bagi IPA?

Harus diakui dalam Permen tersebut ada banyak hal yang lebih memberi kepastian bagi dunia migas dan ini sangat saya hargai. Akan tetapi ada berbagai hal lain yang tetap memerlukan perhatian bersama kalau kita ingin melihat dunia migas Indonesia yang lebih berkembang di masa-masa mendatang. Proses perijinan yang lebih sederhana dan cepat serta fiskal term yang menarik merupakan beberapa contoh. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category

Whoops, looks like something went wrong.