Other

IDS, Teknologi Pendongkrak Produksi Batubara

img title

Jakarta, PetroEnergy.id - Integrated Drive Systems  (IDS), sebuah teknologi kekinian Siemens, mencoba merambah ceruk pasar industri perbatubaraan global. Indonesia menjadi salah satu pasar potensial.  Apa itu IDS, sehingga perlu diminati?

IDS memang bersentuhan dengan industri batubara. Dipadukan dengan teknologi automasi Siemens, IDS memungkinkan operasional yang handal pada conveyor belt (sabuk berjalan) berkecepatan tinggi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengurangi biaya listrik.

Teknologi ini menarik dan menjadikan PT Kaltim Prima Coal yang menambang di Sangatta, Kalimantan Timur, terpikat. Perusahaan ini pun menggandeng Siemens untuk mempercepat laju conveyor belt miliknya. Salah satu operator pertambangan batubara terbuka terbesar di dunia itu diklaim Siemens puas dengan teknologi tersebut. Siemens telah merampungkan proyek tersebut yang juga diklaim mampu meningkatkan produksi batubara.  

Mencari tahu sebab kepuasan KPC itu setidaknya bisa diketahui dari beberapa hal. Pertama, teknologi conveyor belt Siemens dilengkapi rangkaian automasi dan penggerak yang superior, sehingga pengguna dapat menikmati beberapa keuntungan. Keuntungan itu berupa diperpendeknya siklus pengadaan dan rekayasa teknologi, sekaligus meningkatkan pengendalian risiko.

Kedua, teknologi IDS juga membantu KPC dalam pemangkasan emisi dengan pengurangan kebutuhan energi total untuk pengoperasian conveyor belt hingga 10 persen. “Kami bangga melihat PT KPC menuai manfaat dari teknologi IDS terbaru kami, hingga meraih kecepatan conveyor belt overland tercepat di dunia,” ujar Stefanus R. Arif, Kepala Divisi Digital Factory dan Divisi Process Industries & Drivers PT Siemens Indonesia, Selasa (22/11/2016) siang di Gran Melia Hotel, Jakarta.

Di KPC, teknologi ini juga dipasang pada dua conveyor belt overland yang baru. Satu di antaranya conveyor belt overland Melawan, yang merupakan conveyor belt melengkung yang mampu beroperasi dengan kecepatan 7,5 meter per detik.

Conveyor belt kedua, ‘OLC2’ merupakan conveyor belt lurus yang dapat beroperasi dengan kecepatan 8,5 meter per detik serta dapat menghubungkan pabrik pengolahan batubara KPC dan stockpile.

“Kedua ban berjalan tersebut mampu mengangkut batubara hingga berjarak 25 km. Kecepatan ini membuat keduanya menjadi dua ban berjalan overland tercepat di dunia,” ujar Christian Darmali, GM untuk Process Industries and Drives, Mechanical Drives Business Unit dan Kepala Pusat Kompetensi dan Mechanical Drive ASEAN. (san)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category