Investment

Hiswana Migas : Keberadaan SPBU Mini Perlu Ditambah

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Eri Purnomohadi, Ketua Umum Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan GasBumi) menyatakan, untuk meningkatan pelayanan BBM (Bahan Bakar Minyak) khususnya di daerah remote, maka Pemerintah perlu menambah keberadaan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) mini dan Kiosk BBM agar terjangkau oleh masyarakat konsumen.

"Saat ini jumlah SPBU (termasuk APMS) di Indonesia sebanyak sekitar 6300 SPBU masih kurang memadai. Maka sesuai Permen ESDM tahun 2016, SPBU di daerah remote bisa dikembangkan memakai konsep SPBU mini dengan pilihan mengambil BBM sendiri atau loco depot," kata Eri belum lama ini dalam suatu acara diskusi di Jakarta.

"SPBU mini tersebut bisa dibuat dengan 3 type minimalis yaitu; type A, B dan C. Intinya dengan adanya SPBU mini dan kiosk BBM bisa sebagai solusi karena di remote area masih sulit mendapatkan BBM dan harganya mahal," tambahnya.

Sementara itu, Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) dalam suatu acara RDP (Rapad Dengar Pendapat) di Gedung DPR Ri pernah mengatakan, bahwa konsep Pertamina untuk SPBU mini ini untuk mendukung atau mengisi titik-titik area yang masih jauh dari SPBU berstandar umumnya. Sehingga dengan adanya SPBU mini diharapkan bisa menggantikan pedagang BBM eceran dimana faktor keamanannya sangat minim.

Selain itu, keberadaan SPBU mini bisa meniadakan disparitas harga, sebab pedagang eceran menjual lebih mahal dari harga resmi sehingga merugikan konsumen. Ini bisa mendukung keinginan Pemerintah yang menginginkan BBM seluruh Indonesia dalam satu harga yang sama. Disisi lain, sebenarnya desain SPBU mini akan sama seperti SPBU umumnya. Hanya saja jumlah dispenser, luas tanah, luas canoppy, jumlah pekerja, nilai investasi dan kapasitas tankinya akan lebih kecil.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category