CSR

Hari Kebangkitan Hayati, PLN Tanam 300 Pohon di Pantai Sebalang

img title

Lampung Selatan, petroenergy.id - Upaya PLN untuk melestarikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat di sekitar lingkungan proyek semakin gencar dan signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan aksi turun langsung para pegawai PLN yang tergabung dalam sebutan PLN Volunteers untuk mengembangkan potensi laut di Pantai Sebalang, Lampung Selatan, yakni dengan melakukan penanaman terumbu karang, pohon mangrove, pohon cemara dan pemasangan rumpon (19/5).

Program yang diinisiasi oleh PLN Peduli atau Corporate Social Responsibility (CSR) PLN ini sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional dab Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia. Untuk itu, sebuah langkah tepat bagi PLN mencegah abrasi laut dengan menanam 300 pohon mangrove, 150 pohon cemara dan 40 modul terumbu karang di garis pantai sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar dengan cara memasang 10 set rumpon (alat bantu penangkap ikan) di laut dangkal dan laut dalam, memberikan 20 set jaring ikan dan 80 set waring rumput laut.

"Dengan aksi dari para pegawai PLN ini diharapkan Pantai Sebalang dapat menjadi obyek wisata favorit wisatawan atau eko wisata bahari yang berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Selain itu, upaya ini juga ditujukan agar ekosistem di sekitaran PLTU Sebalang dapat terjaga," ujar Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka.

Kepala Desa Tarahan Junaidi turut hadir dalam kegiatan ini dan menyatakan bangga terhadap dukungan dari PLN untuk menyejahterakan warga Sebalang.

"Kami sangat bangga dengan apa yang sudah dibantukan PLN untuk warga Sebalang. Bantuan dari PLN sudah sejak 2016 berupa perahu. Harapan saya kita sebagai warga sudah harus menjaga kelestarian lingkungan. Ini bukan tanggung jawab lembaga tertentu saja untuk menjaga kelestarian Pantai Sebalang tapi juga seluruh lapisan masyarakat. Kita harus mendukung tanpa pamrih karena PLN banyak membantu," ujar Junaidi.

Selain rangkaian kegiatan di atas, warga sekitar Pantai Sebalang juga mendapatkan pemahaman mengenai konservasi kawasan perairan PLTU Sebalang yang disampaikan oleh praktisi lingkungan, Budi Agung Darmawan. Ia menyebutkan bahwa program konservasi yang dapat dikembangkan di kawasan perairan PLTU Sebalang sudah tepat dilakukan oleh PLN, seperti transplantasi karang, pemasangan rumpon dasar yang dapat membantu mengumpulkan beragam ikan pada lokasi tertentu, penanaman mangrove dan cemara pantai, serta pengelolaan hasil rumput laut dengan waring. Ia juga menambahkan perlu adanya strategi pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal yang dapat dibentuk oleh warga Sebalang.

"Dalam suatu desa wisata umumnya terdapat potensi fisik maupun non fisik. Untuk potensi non fisik perlu adanya pendekatan sosial budaya yang mendalam," ujar Budi.

Dalam kegiatan aksi peduli lingkungan ini turut hadir dan terlibat langsung dalam penanaman mangrove, yakni Kepala Bidang Pengawasan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Lampung, Camat Katibung, Danramil Katibung, Kapolsek Tanjungan, Polisi Air Lampung Selatan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan Rangai (UPT PP) Rangai.

PLN melalui CSR PLTU Sebalang telah melakukan pengembangan potensi laut dan pemberdayaan masyarakat sekitar di Pantai Sebalang sejak tahun 2016. Diharapkan dalam waktu 4-5 tahun mendatang, desa wisata bahari di Sebalang dapat terwujud.

PLTU Sebalang berkapasitas 2x100 MW merupakan objek vital nasional yang dibangun untuk mengatasi persoalan kelistrikan di Lampung dan mulai beroperasi secara komersial sejak 19 April 2014 untuk unit 1 dan 30 Juni 2016 untuk unit 2. mk

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category