Energy

Ground Breaking Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Ruas Cirebon - Semarang

img title

petroenergy.id, Jakarta - Groundbreaking pembangunan  pipa ruas transmisi Cirebon-Semarang dilaksanakan di Kantor Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas), Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Pipa transmisi ini merupakan bagian dari visi pemerintah membangun infrastruktur Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi yang akan menggantikan pemakaian gas elpiji 3 Kg di sektor industri dan rumah tangga.

Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, mengatakan, pelaksanaan pembangunan Ruas Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon- Semarang ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri baru di sepanjang jalur pipa.

"Pelaku industri juga diharapkan dapat beralih dari penggunaan bahan bakar, khususnya HSD dengan memanfaatkan gas bumi dalam pengoperasiannya. Sehingga kita dapat memaksimalkan pemanfaatan gas bumi domestik," kata M Fanshurullah Asa.

Menurutnya, pipa ruas transmisi ini juga dianggapnya akan mendukung rencana Pemerintah RI yang mau menghentikan pasokan gas ke Singapura sebanyak 300 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) pada 2023. Penghentian ekspor ini bertujuan untuk memenuhi pasokan dalam negeri.

Kepalan BPH Migas lebih jauh menambahkan, BPH Migas melalui PT Rekaya Industri (Rekind) akan membangun proyek pipa ruas transmisi Cirebon-Semarang senilai US$ 169 juta atau setara dengan Rp 2,3 triliun. Tujuan atau misi dari ruas pipa transmisi ini adalah membagun infrastruktur. "Misi proyek ini untuk membangun infrastruktur dan membangun ekonomi," tambah M Fanshurullah Asa.

Pembangunan pipa Cirebon-Semarang ini, kata Fanshurullah, akan sangat bermanfaat dalam mendukung terintegrasinya pipa gas bumi Trans Sumatera - Jawa. Ke depan, kata dia, BPH Migas akan melaksanakan lelang ruas pipa transmisi seperti Ruas Dumai-KEK Seimangke serta lelang Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) yang telah diusulkan oleh badan usaha sejumlah 193 wilayah untuk peningkatan pemanfaatan gas bumi di Indonesia.

Sesuai rencana induk pada 2006 lalu, BPH Migas telah melelang ruas transmisi yang salah satunya adalah ruas Cirebon-Semarang dengan PT Rekayasa industri (Rekind) ditetapkan sebagai pemenang lelang. Pipa transmisi ini akan dibangun di bawah Tol Trans Jawa ruas Cirebon-Semarang sepanjang 255 km dengan nilai investasi USD 169,41 juta.

Sementra, pada waktu dan tempat yang sama, Direktur Utama PT Rekayasa Industri, Yanuar Budinorman, berpendapat kehadiran Pipa Ruas Transmisi Cirebon-Semarang ini penting lantaran mampu menjadi solusi pasokan energi gas berkelanjutan guna menyokong daya saing industri di Pulau Jawa. Oleh karenanya, pihaknya berkomitmen untuk bisa menyelesaikan pembangunan Ruas Pipa Transmisi Gas Bumi ini sesuai waktu yang telah disepakati.

"Hadirnya ruas pipa gas juga merupakan wujud terbangunnya ketahanan energi sebagai penggerak dan bagian integral dari peningkatan pembangunan ekonomi. Untuk itu kami berharap semua pihak yang terlibat dapat lebih kooperatif sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan," tandasnya.(MK)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category