Energy

‘GE-Industrial Power Solutions’ Solusi Terbaik Atasi Pasokan Listrik di Sektor Industri

img title

Jakarta, petroenergy.id - General Electric (GE) Indonesia kembali menawarkan teknologi yang lengkap untuk mengatasi kendala pasokan listrik. Kali ini, GE melalui tawaran 'GE-Industrial Power Solutions" kepada para pelaku industri sebagai sebuah solusi bagi industri termasuk industri minyak dan gas bumi (migas).

Arief Nur Budiman, Sales Director GE Industrial Power Solution, mengatakan, untuk memastikan pasokan listrik, memaksimalkan sumber daya energi, flesibilitas tenaga listrik, mengurangi limbah energi dan menjaga kestabilan operasional industri, penggunaan sumber daya energi solusi industri listrik GE secara maksimal, solusi yang ditawarkan GE ini dapat diandalkan.

“Jadi, GE berkolaborasi dan berpartnership dengan menawarkan teknologi sebagai sebuah solusi, yaitu ‘solusi industri listrik-GE’ kepada industri untuk penyediaan pasokan listrik berkapasitas dibawah135 megawatt,” kata Arief Nur Budiman di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurutnya, solusi industri listrik GE atau GE Industrial Power Solutions menawarkan mesin uap GE dengan bermacam jenis diantarnya GRT (Geared Reaction Turbin), MT (Mid-sized Turbine), dan GE Triveni Steam Turbine.

“Kami menawarkan dari jenis GE turbin series, seperti GRT series terbaru yang dibuat padat 2013 lalu, dengan portofolio teknologi mesin uap GE terlengkap,” tambah Arief Nur Budiman.

Menyinggung kebuthan listrik di industri minyak dan gas bumi (migas), Arief Nur Budiman, menjelaskan, umumnya teknologi yang berkaitan dengan produksi dan pemprosesan migas, seperti refinery (kilang minyak). “Contohnya, power generation untuk refinery di Cilacap, Balikpapan dan Balongan dengan kapasitas dibawah 35 - 40 MW,” terang Arief Nur Budiman.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan, Arief mengakui bahwa fluktuasi harga minyak mentah di pasar dunia turut juga berkontribusi pada penurunan proyek oil & gas. Kendati demikian, dia enggan merinci prosentase penurunannya. “Saya gak bisa menyebutkan angka penurunannya. Yang pasti saat ini proyek migas tetap kita support," katanya.

Ditambahkannya bahwa GE juga turut berkontribusi dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Contohnya, GE support power generation untuk Geothermal di Lahendong (20 MW) dan Karahabodas (30 MW).

Arief mengatakan, GE menawarkan power generation, khususnya turbin uap (steam turbin), antara lain power generation untuk pupuk di Gresik, Jawa Timur.

Ketika menjawab pertanyaan petroenergy.id tentang alasan apa GE menyasar pasar industri serta manfaat  apa yang diperoleh melalu solusi ‘GE Industrial Power Solutions’ tersebut, dia mejawab, pertama alasan bahwa industri sangat membutuhkan pasokan listrik dalam kapasitas besar.

“Ya, pertama alasanya adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik di sektor industri yang kapasitasnya cukup besar, yakni  rata-rata di bawah 135 MW, kata Arief sambil menambahkan, “Manfaatnya bagi industri antara lain dapat menciptakan efisiensi operasioanl dan mandiri dari segi kontinuitas dan kualitas pasokan listrik."


Namun, Arief juga menyatakan bahwa dibutuhkan sinergi antara pelaku bisnis dan perusahaan industri energi. Menurutnya, GE membuka ruang kerjasama dengan pihak developer dan kontraktor EPC company BUMN, untuk pengembangan listrik di sektor industri. GE, juga akan memenuhi pasokan listrik  dengan kapasitas dibawah 1 MW pun tetap akan dilayani pemenuhannya.

Dibagian lalin disebutkan,  GE, selain menyediakan pembangkit, transmisi, travo, juga selalu memberi solusi paling efisien melalui pengabungan software dan hardware. “Dalam penggabungan software-hardware, GE bisa untuk mengabungkan produk GE dengan produk non-GE, ini tidak masalah” tandas Arief. (mulkani)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category