Other

Formula Perhitungan ICP Telah Disetujui Pemerintah

img title

Jakarta, petroenergy.id - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan, ‎acuan formula ICP berdasarkan pendekatan beberapa indikator minyak di pasar internasional yaitu Brent, Platts dan RIM. Hal tersebut telah disetujui Menteri ESDM Sudirman Said dan berlaku untuk ICP Juli.

"Sudah menteri sudah setuju. Juli ini sudah bisa," kata Wiratmaja, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/7).

Menurutnya, pembentukan ICP dibuat sefleksibel mungkin yakni mengacu pada salah satu jenis minyak di atas yang harganya sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan begitu acuannya akan berubah setiap bulan. Perubahan acuan formula tersebut agar ICP mengikuti kondisi pasar minyak.

"Jadi bulan ini bagaimana formulanya. Bulan depan bagaimana, di-adjust dengan harga rata-rata minyak dunia. Kalau terlalu rendah penerimaan kurang, tapi kalau terlalu tinggi tidak ada yang beli," ujar Wiratmaja dikutip liputan6.com edisi Kamis (21/7).

Ditambahkannya, sejak 2007, formula ICP tidak mengalami perubahan dengan mengacu pada minyak internasional jenis RIM dan ‎Platts. Pembentukan ICP dengan komposisi perhitungan 50 persen RIM dan 50 persen Platts.

Seperti diketahui, RIM adalah lembaga independen pasar minyak pertama di Jepang yang didirikan pada 1984. Sedangkan Platts adalah penyedia data harga energi dan informasi pasar energi global yang bermarkas di Singapura.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menilai perubahan formula patokan harga minyak Indonesia (ICP)  akan meningkatkan investasi hulu migas dan penerimaan negara. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category