Oil & Gas

Formula ICP Dengan Unsur WTI Tidak Tepat?

img title

Jakarta, PetroEnergy.id – Mantan Presiden Pertamina, Ari H Soemarno menilai tidak tepat jika salah satu opsi Pemerintah untuk formula ICP (Indonesia Crude Price) memasukkan unsur crude oil West Texas Intermediate (WTI).

“Sebab secara fisik WTI hanya diperdagangkan di domestik Amerika saja dan tidak ada yang diekspor. WTI yang diperdagangkan di Asia hanya di bursa berupa kertas derivative nya.. Jadi WTI menurut aku tidak tepat untuk di masukkan dalam formula perhitungan ICP,” ungkap Ari kepada PetroEnergy 29 Juni 2016 di Jakarta.

Selain itu, impor minyak mentah Indonesia yang jumlah nya 80 % adalah jenis sweet crude baik yang dari Afrika Barat dan Utara maupun yang dari sumber Asia Pacifik umumnya harganya adalah atas dasar harga Brent Crude oil

“Untuk minyak Brent diperdagangkan di pasar Internasional meskipun hanya di daerah Atlantic saja dan tidak sampai ke pasar Asia Pasific. Jika formula merujuk ini akan lebih cocok,” tambahnya.

Namun begitu, lanjutnya, minyak Brent dan WTI adalah sejenis dengan minyak Indonesia yaitu minyak berkadar belerang atau sulphur rendah (sweet crude). Berbeda minyak dari Timur tengah seperti Saudi Arabia, Kuwait dan Iran dengan jenis kadar belerang tinggi atau "sour crude" yang harga nya agak lebih rendah

“Malaysia juga minyak nya adalah sweet crude sejenis kita, dengan nama Tapis dan harga nya di dasarkan atas suatu formula mengacu ke harga Brent. Jadi saya belum melihat ada korelasi antara penetapan formulas ICP nanti dengan minyak WTI,” tukasnya.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category