Business

ExxonMobil Lubricants Luncurkan “Mobil SHC Pegasus 30” untuk Mesin Gas Industri

img title

Jakarta, petroenergy.id – ExxonMobil Lubricants Indonesia luncurkan Mobil SHC Pegasus 30 pelumas mesin gas sebagai wujud  komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produktivitas industri energi dalam negeri dengan menciptakan fisiensi melalui penurunan biaya operasional sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Demikian dikemukakan President Director, ExxonMobil Lubricant Indonesia, Osman Durrani, pada acara Media Briefing di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (4/4), terkait dengan akan diselenggarakannya seminar “Mobil SHC Pegasus 30” di Hotel Beach Conrad, Denpasar, Bali, Rabu besok (5/4).

Selain Osman Durrani hadir pula pada Media Briefing, Matti Alemayehu, Senior Researcher, Commrcial, Marine, Gas Engine & Aviation Lubricants dan Sigit W. Wagito, General Manager  Indonesia Business Venture.

“Kami siap membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan menghadirkan Mobil SHC Pegasus 30 yang akan turut meningkatkan produktivitas dan keuntungan perusahaan sambil mengurangi biaya operasional dan emisi,” kata Osman Durrani.

Menurut rencana, seminar di Denpasar, Bali, ExxonMobil akan berbagi informasi mengenai jajaran produk peluma unggulan, khususnya pelumas Mobil SHC Pegasus 30. Seminar ini akan dihadiri oleh para pelaku industri energi yang selama ini telah mengunakan produk pelumas buatan ExxonMobil.

Sigit W. Wagito, menegaskan, Indonesia merupakan pasar potensial bagi penjajakan Mobil SHC Pegasus 30. Karena, mengacu pada  data Kementerian Perindustrian menyebutkan gas alam menjadi industri dengan kebutuhan energy terbesar, diproyeksikan akan menyrap energy 1.360” jutabritish thermal unit(MMBTU) atau 51,2 persen dari total penggunaan enrgi sector industri.

“Industri nergi dan gas harus meningkatan daya saing dan produktivitas untuk mencapai target pertumbuhan industry, seiring dengan komitmen pemerintah untuk menydiakan kebutuhan listrik sebesar 35.000 MW hingga 2019. Pelumas merupakan bagian penting dari performa msin. Kita harus memastikan mesian diberi pelumas terbaik, sehingga terus beroperasi tanpa gangguan dalam jangka waktu yang lama,” kata Sigit W. Wagito.

Dalam presentasinya, Matti Alemayehu, menambahkan, Mobil SHC Pegasus 30 diformulasikan ssuai dengan mesin-msian industry tercanggih saat ini. “Mobil SHC Pegasus 30 diformulasikan dengan teknologi berbahan dasar viskositas dan system aditif canggih yang mampu menjamin kebrlanjutan, meningkatkan efisiensi bahan bakar, menghemat konsumsi pelumas dan mengurangi emisi sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap keausan dan korosi mesin,” kata Matti Alemayehu.

Matti Alemayehu menjleaskan, di tenga ketatnya persaingan bisnis, para plaku industry memperhatikan factor efisiensi, bak dari segi teknis maupun produktivitas, agar dapat meningkatkan kinerja prusahaan.

Menurtnya, di Texas, Amerika Serikat,  sebua perusahaan energy mengoprasikan mesin Waukesha 9390 untuk mengekstraksi gas alam dari serpihan dan formulasi padat lainnya dengan cara yang aman dan ramah lingkungan. Dengan menggunakan Mobil SHC Pegasus 30 yang diusulkan oleh seorang Teknisi Lapangan ExxonMobil, kata Matti, perusahaan itu berhasil memperpanjang periode pergantian pelumas, mengurangi downtime peralatan dan meningkatkan produktivitas perusahaan, sehingga mendorong penghematan tahunan sebesar AS$24.000 atau setara Rp.320.000.000,-

Matti Alemayehu menjelaskan, lbih dari 150 tahun ExxonMobil menjadi innovator dalam teknologi pelumas dan telah menghasilkan pelumas-pelumas terobosan untuk berbagai mesin indistri. Didukung berbagai program dan prangkat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, ExxonMobil terus membantu berbagai perusahaan yang menggunkan pelumas unggulan Mobil SHC Pegasus 30 untuk meningkatan produktivitas dan keberlanjutan bisnis. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category