Energy

Elektrifikasi Meningkat, Porsi BBM Susut

img title

Jakarta, petroenergy.id - PT Perusahaan Listrik Negara  (PLN) menargetkan rasio elektrifikasi tahun 2017 di atas 90 persen, seiring bertambahnya kapasitas pembangkit.  Kejadian listrik padam bergiliran semakin diminimalisasi dan  sejumlah daerah “gelap” akan mendapat pasokan listrik.   

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), rasio elektrifikasi dalam tiga tahun meningkat. Bila di tahun 2015, rasionya sebesar 87,35 persen, tahun 2016 diproyeksikan bertambah menjadi 90,15 persen. Pada 2017, sesuai target rencana strategis Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi akan mencapai 92,75%.

Adapun tambahan kapasitas pembangkit listrik di 2016 sebesar 3.166 MW, naik dibanding tahun 2015 sebesar 2.464 MW.  Di 2017, sesuai target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2016-2025, ada tambahan 4.487 MW. Tambahan pembangkit tahun depan dari PLN sebesar2.838  MW dan Independent Power Producer (IPP)  sebesar 1.649 MW.

Seiring dengan itu, pemakaian BBM pada pembangkit menyusut secara bertahap, dari  8,58 persen di 2015 menjadi 6,97 persen di 2016.  Sesuai target rencana strategis Kementerian ESDM pada 2017, porsi BBM susut menjadi 4,66 persen.

Sementara konsumsi listrik dalam tiga tahun akan meningkat menjadi 1.058 kWh/kapita di 2017. Konsumsi listrik di 2016 sebesar 956 kWh/kapita, naik dari tahun 2015 sebesar 916 kWh/kapita. (san)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category