Energy

Efisiensi PLTU Perlu Di Audit Agar Optimal

img title

Jakarta, PetroEnergy.id – Ryad Chairil, Pengamat Energi dari Universitas Indonesia menyatakan, bahwa sebenarnya Indonesia tak perlu lagi membuat PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) untuk menambah kapasitas listriknya. “ Saya tak asal ngomong. Ada konsultan internasional yang menyatakan ini,” kata Ryad kepada PetroEnergy dalam acara diskusi bulanan dengan Ikatan Alumni Universitas Inonesia (ILUNI) di kampus UI Salemba, Jakarta 29 Agustus 2016.

Yang dimaksud Ryad adalah berdasarkan riset konsultan Mac Kinsey,  tingkat efisiensi pembangkit Indonesia berada kisaran 25-32%. Jika diasumsikan efisiensi pembangkit adalah 32% dan dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi menjadi 40% saja dalam jangka waktu 3 tahun, maka kapasitas terpasang dalam 3 tahun kedepan dari pembangkit yang ada adalah 69.411 MW. Pemerintah dapat menambah hampir 15.000MW,

“Jadi dari data tersebut kita bisa tanpa harus membangun pembangkit yang baru. Yang penting PLTU itu di audit kinerjanya apakah maksimal atau tidak. Disamping itu kita perlu  meningkatkan efisiensi PLTU yang ada,” tambah Ryad.

Ryad mengusulkan beberapa terobosan ini perlu dilakukan dengan merevitalisasi pembangkit dengan  teknoiogi yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan batubara yang berakibat pada kerusakan lingkungan. Beberapa agenda perlu diiakukan, antara |ain: dilakukan audit energy pada setiap pembangkit dengan memperbaiki teknologi pada pembangkit yang ada. "Pemerintah segera meneribitkan ketentuan ynag mewajibkan setiap pabrik untuk dilakukan audit energy, agar penggunaan energinya bisa lebih efisien dan ramah lingkungan." tambahnya.

Kemudian memilih moda pembangkit yang sesuai kekuatan sumberdaya lokal Pemerintah sehingga tidak perlu memaksakan untuk membangun PLTU pada daerah daerah yang tidak banyak sumber batubara nya. Misalnya di Papua dan daerah sekitarnya yang banyak sumber daya gas. sebaiknya dibangun PLTG. Atau di Sulawesi yang banyak sungai dengan aliran air yang kuat, sebaiknya dibangun PLTA.

Dan terakhir membangun pembangkit berdasarkan karakterisitk Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga Pemerintah juga tidak perlu memaksakan untuk membangun pembangkit yang besar mengingat karakterisitik Indonesia sebagai negara kepulauan. Yang dibutuhkan adalah membangun pembangkit kecil kecil seperti 20 sd 50MW pada setiap pulau kecii dan mengamankan jaringan interkoneksi antar pulau agar tenaga listrik bisa dimanfaatkan secara bersama. Generator mesin pembangkit skala kecil ini pun tidak begitu mahal dan dapat di pindah pindahkan sesuai kebutuhan masing masing pulau.

Asal tahu saja, menurut data Ditjen Ketenagiistrikan, kapasitas terpasang PLTU pada tahun 2015 adalah 55.529MW. Pada tahun 2014, setiap tahunya Indonesia akan mengalami pertumbuhan sektor ketenagalistrikan sekitar TOOOMW, sehingga diharapkan dalam lima tahun akan dicapai sekitar 35.000 MW. Namun sampai pertengahan tahun 2016, proram 35.000 MW belum optimal karena berbagai kendala seperti pembebasan lahan. koordinasi Pusat dan Daerah, Penunjukan IPP dll. Untuk itu perlu dicarikan solusi untuk mengoptimalkan pencapaian program itu. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category