Oil & Gas

Diperkirakan, Indonesia Impor LNG Tahun 2019

img title

Jakarta, petroenergy.id - Indonesia diperkirakan akan mulai mengimpor LNG pada tahun 2019, ini jika tidak ditemukan cadangan gas bumi baru. Perkiraan ini berdasar pada Neraca Gas Bumi Indonesia 2015-2030. Pemerintah bersikap lebih  hati-hati terhadap impor ini dan baru akan dilakukan jika terjadi kekurangan pasokan.

Direktur Pembinaan Program Migas, Agus Cahyono Adi mengatakan hal itu kepada pers usai melakukan presentasi pada Gas Indonesia Summit and Exhibition 2016, di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (17/3).

Menurutnya, impor LNG baru akan dilakukan apabila pasokan di dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan. Mengenai volumenya, diperkirakan jumlahnya kecil dan masih bersifat dinamis.“Kalau besok-lusa ada penemuan baru lagi dari gas, itu (impor) akan mundur (waktunya). Intinya impor kita buka dalam hal kekurangan pasokan,” kata Agus dikutip “migas.esdm.go.id”.

Terkait impor LNG ini, Pemerintah bersikap hati-hati untuk melindungi produksi dalam negeri agar tidak tidak tertutup oleh impor. Untuk itu, Pemerintah tengah menyusun regulasi yang nantinya menjadi bagian dari Peraturan Presiden mengenai Tata Kelola Gas Bumi. Hal lainnya yang diatur adalah alokasi, jangka waktu dan kriteria boleh dilakukan impor. “Jadi ada regulasi supaya energi domestik dan impor bisa berjalan secara sinergi (bersama-sama),” tambahnya. (mulkani)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category