Oil & Gas

Delapan Kluster Kilang Mini Ditunda

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dalam acara penutupan IPA Convex mengatakan, pihaknya menunda proses persetujuan investasi delapan kluster kilang mini di sekitar daerah produksi lifting. Kedelapan kluster tersebut tersebar di Sumatera Utara, Selat Panjang Malaka, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Maluku.

Alasannnya, penundaan disebabkan ada permasalahan lain antara SKK Migas dan BPK yang harus terlebih dulu diselesaikan. Permasalahan itu terkait dengan perbedaan cara pandang terhadap kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian nasional.  

Ia mengatakan, BPK hanya melihat sisi pemasukan Negara tanpa menghitung efek berganda bagi pergerakan ekonomi. Akibatnya BPK menilai ada indikasi tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara, berdasarkan Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Padahal tindak pidana korupsi yang dimaksud dalam undang-undang tersebut adalah perbuatan yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian negara. Bagian terakhirini yang luput dari pemahaman BPK.

 “Saya akan menghadapi BPK. Kalau mereka sudah mengerti bahwa arahnya adalah multiplier effect atau dampak berganda terhadap masyarakat secara langsung, semua akan jalan,” ujar Amien dalam keteranag pers 27 Mei 2016. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category