Business

Daniel Purba: Skema CPD untuk Mengurangi Dependensi Impor BBM dari Pasar Singapura

img title

Jakarta, petroenergy.id - Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Daniel Purba, mengatakan, tujuan kerjasama crude processing deal (CPD) ini untuk mengurangi dependensi pembelian bahan bakar minyak (BBM) dari pasar Singapura, dan juga dapat menekan harga Premium sehingga mampu menciptakan efisiensi.

Daniel Purbu mengemukakan hal itu dalam jumpa pers usai ia pendatangan kerja sama CPD antara Pertamina dengan SIETCO, yang berlansung di Lantai “M” Gedung Pertamina, Jakata, Rabu (31/8).

"Skema ini mengurangi dependensi pembelian dari pasar Singapura, mengurangi demand internasional membawa dampak positif mengurangi harga di pasar," kata Daniel Purba.

Menurutntnya, biaya pengolahan minyak menjadi premium yang berasal dari kilang Shell tersebut ‎lebih murah 15 persen, ketimbang membeli langsung produk premium di pasar. Namun, dia belum bersedia menyebutkan harganya.

‎"Dengan CPD ini kita dapatkan nilai biaya harga lebih baik dari pasar. Kalau angkanya saya sampaikan lain waktu, kurang lebih saya perkirakan 15 persen lebih bagus," kata Daniel Purba.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang SIETCO yang dipilih Pertamina sebagai mitra dengan melalui proses seleksi yang cukup panjang dari Januari hingga Mei 2016, dia menjelaskan bahwa saat ini, SIETCO juga terdaftar sebagai salah satu Daftar Mitra Usaha Terseleksi (DMUT) ISC Pertamina.

Dijelaskannya bahwa berdasarkan kesepakatan itu, maka volume minyak mentah yang akan diolah adalah satu juta delapan ratus barel per bulan. Pertamina, katannya, dapat memperoleh produk bahan bakar, termasuk Mogas, Aviation Fuel, Diesel, MFO, LPG, sesuai dengan kebutuhan Pertamina. (mulkani)

 

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category