CSR

Cara Pertamina Membangun Rasa Percaya Diri Anak Berkebutuhan Khusus

img title

petroenergy.id, Bandung – Belasan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), dengan tekun menanam bibit sayuran seperti tomat, terong dan cabe di kebun halaman sekolah PKBM Hidayah, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami mengatakan, kegiatan menanam tersebut  program Dreamable, ini merupakan program yang diinisiasi Pertamina awal tahun 2018, dengan tujuan bahwa  Pertamina turut serta dalam pengembangan pendidikan berkelanjutan bagi anak – anak berkebutuhan khusus di sekitar wilayah operasi perusahaan dengan menggandeng PKBM Hidayah yang dikelola masyarakat setempat.

“Kegiatan berkebun sangat membantu mengarahkan anak-anak tersebut melakukan aktivitas bermanfaat, menumbuhkan kemampuan dan meningkatkan kepercayaan diri bahwa anak-anak berkebutuhan khusus bisa  bersosialisasi dengan orang lain dan masyarakat, mengenalkan lingkungan untuk membentuk keberanian sekaligus kemandirian agar mereka tidak selalu bergantung pada orang lain,”kata Dewi, di Bandung (16/3).

Sekolah yang dikelola warga secara mandiri ini, menurut Dwei, melakukan aktivitas sehari-hari dengan dukungan dari Pertamina Marketing Operation Region III, melalui program yang diberi nama Dreamable. 

Berbagai kegiatan yang dilakukan, selain belajar di kelas ada juga kegiatan aktivitas luar ruang seperti olah raga, berkebun, membersihkan halaman, dan bersih sampah di sepanjang sungai Citarum, yang dilakukan setiap satu minggu sekali. Selingan ini juga mendorong anak-anak berkebutuhan khusus agar belajar mengendalikan emosi serta menanamkan kemandirian.

Program ini merupakan replikasi sekaligus pengembangan dari kegiatan Omaba (Ojek Makanan Sehat Balita) di Kecamatan Bojongsoang, dimana  anak-anak di wilayah tersebut tidak hanya mengalami gizi buruk namun juga berkebutuhan khusus.

Kegiatan Dreamable ini berawal dari inisiatif warga Desa Tegal Luar yang mendata anak berkebutuhan khusus di sekitarnya serta memfasilitasi sekolah non-formal dengan memanfaatkan rumah warga dengan menjadi guru relawan.

Kegiatan positif ini telah merangkul 34 anak berkebutuhan khusus di 6 desa yang berada di Kecamatan Bojongsoang.“Kami ingin mengedukasi juga bahwa dibalik keterbatasan, sebenarnya anak – anak ini punya potensi yang bisa dikembangkan. Kami juga telah berkolaborasi dengan beberapa pihak untuk dapat memfasilitasi pengembangan potensi anak – anak, dengan melakukan serangkaian assessment untuk memantau pengembangan anak dan bantuan pendidikan lainnya seperti alat belajar dan pelatihan untuk pengembangan relawan pengajar,” ujar Dewi.

Sementara itu, salah seorang guru sekolah non-formal PKBM Hidayah, Yulianti, mengatakan dengan semangat membesarkan anaknya yang juga berkebutuhan khusus, adanya sekolah non-formal tersebut diharapkan dapat memotivasi orang tua lainnya, serta membantu anaknya untuk bisa mengejar ketertinggalan pendidikan di usianya.

“Saya berangkat membangun sekolah non-formal ini karena saya yakin bahwa anak saya saja bisa dan mau belajar, pastinya anak – anak lain juga bisa. Selain bertujuan untuk mengembangkan potensi, sekaligus  memotivasi orang tuanya agar bisa mendukung anaknya untuk terus tumbuh dan berkembang,” kata Yulianti.

Sinergi Pertamina dan masyarakat telah mengantarkan sekolah non  formal Dreamable sebagai tempat alternatif bagi anak berkebutuan khusus dalam mendapatkan fasilitas pendidikan yang terjangkau.

Karena jumlah anak berkebutuhan khusus di lingkungan Kecamatan Bojongsoang sangat banyak, dan berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi kurang.(MK)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category