Business

BUMN EPC Batal Masuk Holding Energi

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Rini Soemarno, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, bahwa rencana holding BUMN jasa konstruksi dan rekayasa atau Engineering, Procurement and Construction (EPC) dimasukkan ke holding energi akhirnya dibatalkan. Pasalnya kinerja BUMN sektor jasa rekayasa dan kontruksi dinilai semakin bagus dimana terbukti mendapat banyak proyek dan keuntungan.

"Rencana holding BUMN perusahaan BUMN sektor jasa konstruksi ‎dan rekayasa dibatalkan. Holding hanya akan terdiri dari 5 yaitu; energi, pertambangan, jasa keuangan, infrastruktur jalan tol, dan perumahan," kata Rini kepada awak media di Jakarta, 11 Juli 2016.

Untuk itu, kata Rini, pihaknya justru memperkuat BUMN seperti PT Rekayasa Industri. Apalagi ada anak perusahaan Pertamina yang terlibat di dalam sektor itu.

Sementara itu, menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya menyatakan bahwa mungkin saja sementara keputusan ini masih masalah prioritas saja. Sebab bisa saja nantinya Pemerintah kembali akan memasukkan sektor konstruksi atau lebih tepatnya khusus EPC dimasukkan kemudian dalam 5 holding yg dibentuk saat ini.

"Saya melihat bisa saja nantinya seperti Wika, Adhi Karya, dan PP dimasukkan ke dalam BUMN infrastruktur dan ataupun perumahan. PT Rekyasa Industri sendiri kemungkinan nantinya bisa saja dimasukkan kembali kedalam Holding Energi mengingat proyek-proyek EPC itu merupakan proyek-proyek jasa terintegrasi yang kompleks sejalan dengan kompleksitas pembangunan fasilitas produksi Migas itu sendiri," tukas dia kepada PetroEnergy 11 Juli 2016 di Jakarta (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category