Oil & Gas

Blok Masela, Inpex, Insentif dan Tim Ad-Hoc

img title

Jakarta, petroenergy.id - Pemerintah akan membentuk Komite Khusus (Ad Hoc) terkait upaya percepatan Blok Masela yang, nantinya terdiri dari unsur perwakilan Kementerian ESDM, SKK Migas, Kementerian Perindustrian dan KKKS yaitu Inpex Corporation dan Shell.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja di Jakarta, Selasa (9/8), mengatakan, sejak Presiden Joko Widodo memtuskan bahwa kilang Masela akan dibangun di darat, pihak Inpex terus melakukan penghitungan ulang hasil studi onshore, dan hasil perhitungan ini telah dilaporkan kepada Menteri ESDM.

Wiratmaja menjelaskan, sebagai pengelola Blok Masela, Inpex menyampaikan beberapa usulan insentif yang nantinya akan dibahas lebih lanjut oleh Tim Ad Hoc. “Ada beberapa usulan (Inpex) ini yang akan dibahas secara detail di dalam Tim Ad Hoc. Besarnya ada, tapi biar tim yang melihat secara detail dan di-review,” kata Wiratmaja Puja.

Walau demikian, Wiratmaja Puja yakin FID akan tetap rampung sesuai target pada tahun 2018, dan segala bentuk persiapannya seperti PoD harus dapat selesai tahun 2017. Menteri ESDM telah meminta proses evaluasi PoD di SKK Migas dan Kementerian ESDM yang di dalamnya termasuk Ditjen Migas, bisa dipercepat.

Blok Masela dikelola oleh PT Inpex Masela Limited dan Shell Upstream Overseas Services. Kontrak kerja samanya ditandatangani pada 16 November 1998 dan mendapatkan persetujuan POD I pada 6 Desember 2010.

Cadangan Blok Masela semula 6,97 TCF dan kemudian pada tahun 2013 ditemukan cadangan baru yang telah disertifikasi Lemigas menjadi 10,74 TCF. Hal ini menjadi dasar penetapan FID yang dijadwalkan 2018 dan karena itu diperlukan persetujuan revisi PoD I. (mk)

         

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category