Profile

Berharap Kepada Menteri Humoris

img title

Jakarta, petroenergy.id - Ignatius Jonan. Siapa tak kenal sosoknya. Ketika menjabat Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), banyak perubahan dilakukan. Tak begitu lama, wajah perkeretaapian nasional kian kinclong, menjadi lebih moderen. Tak ada lagi desak-desakan di dalam gerbong kereta. Semua kelas kereta terisi AC. Perjalanan jauh pun tak melelahkan.

Ketika diangkat sebagai Menteri Perhubungan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, kegetolan Jonan melakukan perubahan tak juga surut. Yang mengemuka kala itu memang bukan soal terobosan perubahan, tetapi justru “gesekan” ide soal pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung. Celakanya, dia bersilang pendapat dengan Presiden Joko Widodo yang berkeinginan segera merealisasikan ‘mimpi’nya itu.

Ketika terjadi resuffle kabinet,  Ignatius Jonan pun tergeser. Posisinya sebagai Menteri Perhubungan tergantikan. Dia tampak iklas menerimanya, sebagai konsekuensi keputusan-keputusannya sebagai menteri. Sifat legowo  tanpa beban ini memang melekat pada pria humoris ini.

Ramah, jenaka, namun berkomitmen. Sosok inilah yang selalu  hadir di kala Jonan terlibat di acara-acara resmi sebagai pejabat hingga pun dalam suasana santai. Jonan dengan mudah berseloroh saat memberikan sambutan,  atau ketika  menjawab pertanyaan wartawan.

Meski terkesan jenaka, Jonan sesungguhnya seorang serius. Salah satu concern Jonan adalah memajukan energi baru terbarukan (EBT). Dia tampak getol dengan sektor ini karena tak maju-maju, sementara potensi yang dimiliki Indonesia berlimpah. Satu kali dalam sambutannya dia pernah berkata, ““Kemarin itu ada yang menawarkan ke saya 20 sen per kWh,  hampir saya usir pulang," ujar Jonan dengan ringannya.

Pernah juga sekali waktu wartawan berujar padanya bahwa EBT sulit bersaing dengan energi fosil.  Dengan sedikit berseloroh Jonan menjawab: " Kalau Anda bilang nggak bisa, wong anda sendiri nggak pernah coba. Kalau saya, harapannya bisa bersaing dengan energi fosil.” Bagaimana caranya? “Ya jangan tanya saya. Tanyakan ke para pengusaha,” ujarnya dengan senyum.

Bahasa yang dipakai Jonan sederhana, tak panjang-panjang, namun mengena. Di gaya kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan inilah Presiden Joko Widdodo percaya bahwa tatakelola ESDM bangsa ini ke depan akan menjadi semakin baik dan rapi. Pasalnya, di beberapa posisi sebelumnya Jonan telah membuktikan, bahwa dia bisa melakukan inovasi dan perubahan. (san)  

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category