Oil & Gas

Benarkah Tumpahan Minyak Medco Kotori Perairan Indonesia?

img title

Jakarta, petroenergy.id  –  Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS) berhasil menekan angka tumpahan minyak dari tahun 2013 hingga 2016,  berkat kerja sama SKK Migas dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) di seluruh Indonesia.

Di tahun 2013 total tumpahan minyak mencapai 3025 barel, sementara tahun 2016 sebesar 787 barel. Kepala Humas SKK Migas, Taslim Z. Yunus, mejelaskan, SK Migas dan Kontraktor KKS terus berupaya untuk menekan tumpahan minyak.

“SKK Migas dan Kontraktor KKS melakukan berbagai upaya dalam menekan jumlah tumpahan minyak, diantaranya melakukan pemeliharaan fasilitas produksi migas yang didukung oleh personil  terlatih dalam operasi oil spill response dan  berkoordinasi dengan aparat keamanan,” kata  Taslim, Selasa (25/1).

Sementara, di tempat terpisah, Senior Manager Relations, PT. Medco E&P Indonesia, Teguh Imanto menjelaskan, tidak benar tumpahan minyak mentah milik Medco E&P Indonesia mengotori wilayah perairan Indonesia.

Teguh menambahkan, tidak mungkin karena lokasi lapangan minyak Medco E&P Indonesia beroperasi  di wilayah darat. Selain itu, sesuai prosedur penanggulangan tumpahan minyak, seluruh tumpahan minyak (oil spill)  selalu dibersihkan oleh Perusahaan tersebut  untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan.

“Tumpahan minyak Medco E&P Indonesia sebesar 91% disebabkan oleh tindakan sabotase dan pencurian minyak (penggesekan pipa) dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata Teguh Imanto.

Ditegaskannya, Medco E&P Indonesia terus melakukan berbagai upaya dalam mencegah aksi sabotase dan pencurian minyak dengan melakukan kerja sama dengan Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta memberdayakan masyarakat lokal. (mk)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category