Investment

Badan Geologi Diharapkan Bisa Aktif Dalam Kegiatan Seismik

img title

Jakarta, PetroEnergy.id – Dampak dari turunnya harga minyakjuga memukul Perusahaan jasa migas untuk kegiatan seismik. Sebab investor sesimik ragu-ragu akan berbagai resiko. Akibatnya, tender seismik di Indonesia bisa dihitung dengan jari setiap tahunnya. Tercatat yang mendominasi memenangkan tender saat iniadalah perusahaan dari Negeri Tiongkok. Itu pun disinyalir melakukancara banting harga penawaran di dalam tendernya.

Anggota Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Nugrahani Pudjo atau kerap disapa Nuning, membenarkan situasi tersebut memang sedang dialami oleh kegiatan sesimik dan non sesimik minyak dan gas di Indonesia. “Investor seismik baik itu untuk kegiatan onshore atau offshore masih ragu-ragu sepertinya. Masih wait and see,” kata Nuning kepada PetroEnergy Minggu 28 Agustus 2016 diJakarta.

Sebagai salah satu solusi dari masalah ini, kata Nuning,Pemerintah dalam hal ini Badan Geologi disertakan dan dimandatkan dalam menyiapkan data untuk penawaran wilayah kerja seperti melakukan survei seismik atas biaya Negara. “ Jadi Badan Geologi Kementerian ESDM lah yang berperan sebagai pemimpin untuk kegitan seismik,” tambah Nuning.

Kemudian Badan Geologi melakukan survei seismik di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang akan ditawarkan kepada para investor. Dengan demikian para investor mendapatkan wilayah kerja dengan data subsurface yang lengkap dan bagus mutunya sehingga Komitmen Pasti di dalam kontrak KKS adalah pengeboran sumur eksplorasi saja dengan minimal satu sumur dan tidak perlu survey seismik lagi . “Sebab data kini sudah disediakan oleh Pemerintah.” kata dia.

“Setelah itu saya berharap, sebaiknya kegiatan seismik ini diberikan kepada perusahaan jasa seismic Nasional. Agar kalau misalnya dapat pengerjaan di laut nantinya yang dipakai kapal-kapal milik Elnusa,
BPPT, LIPI dan sebagainya. Jadi dana APBN nya gak kemana-mana tetap disini,” jelas dia.

Nuning menjelaskan saat ini Pemerintah sedang merancang eksplorasi ke arah laut di bagian timur. “Langkah ini bagus sekali buat masa depan cadangan energi kita kedepan karena migas memangnya ada disana,” ujarnya.

Tapi sekali lagi, katanya, kita masih kekurangan investor yang mau melakukan eksplorasi di laut dalam karena kegiatan eksplorasi khususnya pengeboran laut dalam perlu biaya yang sangat besar dan ada tantangan dari sisi subsurface atau geologi bawah permukaan.

“Apalagi resiko dan tingkat keberhasilan pengeboran eksplorasi di laut dalam di Indonesia yang rendah selama ini kurang berhasil. “ Nuning berharap investor perlu diberikan insentif tambahan yang bentuk atau jenisnya maupun besarannya dapat didiskusikan sesuai dengan keadaan wilayah kerjanya. “Untuk itu saya setuju akan langkah Pak Luhut merevisi PP No.79 agar ada kemudahan bagi investor,” tandas Nuning.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category