Other

Arcandra Tahar Menemui Pimpinan KPK

img title

Jakarta, petroenergy.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, Senin (8/8) bertemu dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) `di kantor KPK.

Usai bertemu dengan pimpanan KPK, Arcandra Tahar mengatakan akan mengelola sektor energi dan sumber daya mineral dengan lebih transparan dan akuntable. Tekad tersebut akan diimplementasiakannya melalui menerapkan system pengelolaan yang terencana dan terukur.

“Karena saya baru jadi Menteri, maka sebuah kerhormatan bagi saya bisa berkunjung ke KPK. Saya bisa berkenalan, bisa mengetahui apa yang mesti dan bisa saya lakukan … apa yang tidak boleh saya lakukan,” katanya kepada para wartawan.

Menurutnya, pertemuan dengan pimpinan KPK kali ini adalah bertujuan untuk mencegah tindakan melawan hukum dalam pengelolaan sumber daya alam dibawah Kementerian ESDM serta perbaikan-perbaikan yang mungkin dilakukan sehingga pengelolaan sektor ESDM kedepan dapat lebih baik lagi terutama dalam hal transparansi dan bisnis proses yang transparan.

“Kita akan membuat system yang lebih baik, terencana dan terukur dan saat ini masih dalam proses evaluasi, apa yang akan kita lakukan sehingga system itu bias berjalan dengan baik,” kata Arcandra Tahar.

Sementara, di tempat yang sama Wakil Ketua KPK, Laode Muhamad Syarif mengatakan, KPK saat ini telah memiliki sejumlah kajian terkait pengelolaan sektor ESDM, mulai dari migas, tambang dan energy. Semua  kajian-kajian yang dimiliki KPK tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua pihak termasuk Kementerian ESDM terutama dalam hal pengelolaan sumber daya alam di Indonesia yang lebih transparan dan akuntable.

Menyinggung temuan tambang-tambang yang bermasalah, La Ode, menuturkan bahwa tambang-tambang bermasalah terkait dengan perijinan yang kini jumlahnya sekitar 3.000-an, ini harus tuntaskan. Menurutnya, Menteri ESDM telah berjanji akan menindaklanjuti masalah tersebut. (mk)

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category