Oil & Gas

APINDO : Investasi Migas Menurun, Jangan Salahkan Harga Minyak

img title

jakarta, petroenergy.id -- Ketua Umum APINDO, Hariyadi menyatakan, perlunya atensi dari pemerintah terhadap sektor migas dibarengi konsolidasi dari semua pemain dari industri ini. Ia juga menyatakann bahwa salah besar jika harga minyak dianggap sebagai kendala terbesar dalam menarik minat investasi hulu migas. Pasalnya, negara lain dinilai bisa bertahan dan maju mengembangkan industri tersebut.

Menurutnya, Pemerintah tak terlalu memperhatikan sektor migas dan  menganggap tak lagi startegis sebab bisa beli komoditinya dari Negara-Negara pengekspor migas.“Jadi mau tak mau sektor ini harus konsolidasi karena  kalau tidak ada strategi peraturan yang ta kondisif maka ada masalah besar padahal sektor ini berjangka panjang dalam pembangunannnya,” kata dia di acara IPA Convex ke-41 di JCC, Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Menurutnya sektor hulu migas merupakan industri yang memiliki sifat investasi jangka panjang sehingga perlu konsistensi dalam kebijakan-kebijakan yang menaungi para pelaku usaha migas, tidak bisa bersifat trial and error. “Kita lihat kebijakan yang terakhir, gross split, setelah berdiskusi mengenai hal ini dengan semua pemain, saya melihat ini bukan sesuatu yang membuat kita bersemangat. Padahal situasi saat ini adalah bagaimana menarik kembali investasi. Apakah kebijakan kita saat ini sudah menarik? Saya merasa belum seperti itu karena tanggapan dari investor masih rendah,” jelas Hariyadi.

Jika situasi investasi kurang menarik di dalam negeri, ditambah dengan kondisi harga minyak dunia yang masih rendah, menurut Hariyadi akan membuat perusahaan-perusahaan migas untuk berpikir ulang terkait di mana mereka akan menginvestasikan uang yang akan memberi keuntungan bagi perusahaannya. “Situasi migas sekarang tidak favourable, tidak begitu bagus, sehingga pihak kita tidak bisa juga melakukan penawaran yang suka-suka kita. Jadi harus membuat suatu skema yang menarik dalam arti memberikan return yang bagus bagi si investor, karena tentu tidak ada yang mau kerja untuk rugi,” paparnya.

Karena itu dikatakan Hariyadi, perlu ada penelahaan serius terkait kondisi yang terjadi saat ini di industri hulu migas termasuk skema baru yaitu gross split yang sudah diterapkan oleh Pemerintah. “Ini kan sudah di-launch kebijakan-kebijakan yang baru (gross split), harus dilihat lagi kalau memang tidak ada respon ya tolong direvisi,” ujar Hariyadi. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category