Other

Anggaran Pemotongan Subsidi BBM Kemana Saja?

img title

Jakarta, PetroEnergy.id — Christopher Beaton Analis dari International Institute for Sustainable Development (IISD) menyatakan, pada 2016 dan 2017, diperkirakan akan terjadi sejumlah reformasi terkait subsidi energi untuk listrik dan LPG. Apakah hal ini akan berdampak baik atau sebaliknya bagi Indonesia masih menjadi pertanyaan. Salah satu cara untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan melihat kembali kondisi pada 2015, yaitu ketika kombinasi dari kenaikan harga eceran dan jatuhnya harga minyak dunia menyebabkan pemotongan anggaran besar-besaran terhadap subsidi bensin dan diesel,yang menghasilkan penghematan sebesar Rp211 triliun (US$15,6 triliun) atau 10% dari belanja pemerintah. 

Hasil analisis yang dilakukan – yang tertuang dalam Financing Development with Fossil Fuel Subsidies: The Reallocation of Indonesia’s Gasoline and Diesel Subsidies in 2015 – menunjukkan bahwa sebagian besar area yang menerima ekstra alokasi anggaran merupakan area yang terkait dengan jaminan sosial dan pembangunan infrastruktur, yang dilaksanakan melalui transfer anggaran kepada kementerian, BUMN, daerah, dan pedesaan.

“Selama ini, banyak orang berbicara tentang manfaat reformasi subsidi, namun secara umum belum banyak informasi mendetil yang menunjukkan ke mana anggaran yang dihemat dibelanjakan setelah terjadi perubahan kebijakan,” jelasnya dalam keterangan pers yang diterima PetroEnergy 13 Juni 2016.

Ditambahkannya, “Proses realokasi anggaran pada awal 2015, yang menunjukkan pada kita rencana belanja pemerintah selama setahun penuh, menunjukkan adanya subsidi tinggi di satu titik dan subsidi rendah di titik lain, dan hal itu dapat berfungsi sebagai semacam ‘eksperimen alami’ yang dapat kita gunakan untuk mencari jawaban pertanyaan tersebut.”

Salah satu tantangan utama dalam melacak realokasi subsidi adalah pemerintah tidak menunjukkan secara jelas hubungan pos anggaran yang dihemat dengan pos realokasi anggaran tersebut. Namun, penghematan subsidi pada 2015 memungkinkan dibuatnya kesimpulan bahwa setiap kenaikan anggaran yang substansial dalam suatu rencana belanja terjadi disebabkan oleh reformasi tersebut.

Analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa anggaran untuk berbagai kementerian meningkat sebesar 23%, dari Rp647 triliun menjadi Rp795 triliun (US$47 miliar menjadi US$59 miliar), dengan kenaikan tertinggi terjadi pada Kementerian Pertanian (106%), Kementerian Transportasi (45%), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (40%), serta Kementerian Keuangan (37%). Sejumlah program “prioritas” juga telah disusun, yang target-target didalamnya diharapkan dapat dicapai dengan ditingkatkannya alokasi anggaran. Hal ini termasuk program-program terkait pendidikan, asuransi kesehatan, perumahan, air bersih, dan transportasi. Beberapa target yang ditetapkan antara lain adalah penyediaan perumahan bagi 60.000 rumah tangga miskin, serta akses air bersih bagi 10,3 juta rumah tangga.

Anggaran untuk BUMN meningkat lebih dari 11 kali lipat, dari Rp5 triliun menjadi Rp61 triliun (US$0,4 miliar menjadi US$4,5 miliar). “Suntikan dana” ini dirancang untuk mendorong investasi infrastruktur di lima area: infrastruktur dan konektivitas; kedaulatan pangan; otonomi ekonomi; maritim; serta pertahanan dan keamanan. Ini mencakup distribusi dana kepada BUMN-BUMN yang bertanggung jawab atas angkutan udara, angkutan laut, konstruksi, perumahan, perkebunan, pertanian, perikanan, perkapalan, pertambangan, kereta api, pariwisata, dan pelabuhan.

Akhirnya, anggaran perubahan menunjukkan adanya kenaikan sebesar 2,8% dalam transfer dana ke daerah dan pedesaan, dari Rp647 triliun menjadi Rp665 triliun (US$4,8 miliar menjadi US$4,9 miliar). Beberapa dana tersebut terikat dengan proyek-proyek khusus yang ditentukan oleh pemerintah pusat, termasuk yang berhubungan dengan kedaulatan pangan, pasar tradisional, konektivitas regional, dan layanan kesehatan; sementara penggunaan sebagian dana lainnya ditentukan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan setempat. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category