Other

Alasan Jonan Bekukan Keangotaan OPEC

img title

Denpasar, petroenergy.id  - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan, keputusan sidang OPEC di Wina meminta Indonesia memotong 37 ribu barel.

“Indonesia, sebagai anggota OPEC diminta untuk memotong 37 ribu barel. Kira-kira kalau uangnya sebesar 2 juta dolar sehari. Ini besar sih. Kira-kira 10 triliun setahun,” kata Jonan saat ditemui di sela-sela kunjungan ke Geopark dan Museum Geopark Batur di Bangli, Bali, Minggu (4/12).

Dijelaskannya, target lifting minyak menjadi dasar pertimbangan utama Indonesia bekukan keanggotaan sementara di OPEC. Terlebih target tersebut sudah masuk dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di 2017 mendatang.

Menurutnya, besaran angka tersebut berdampak pada postur APBN. “Nah (angka) ini berdampak kepada APBN kita. Karena postur APBN sudah direncanakan, sudah dikonsultasikan kepada DPR dan sebagainya,” kata Jonan.

Jonan menambahkan bahwa pertimbangan lain adalah Indonesia masih tergolong sebagai negara net-importer minyak. “Kita ini adalah net importer. Kalau misalnya kita ikut motong, harganya makan naik, biayanya makin besar,” tambahnya.

Terkait batas waktu pembekuan keanggotaan OPEC, Pemerintah belum bisa memutuskan. “Saya mau konsultasi ke Presiden dulu,” ungkapnya.

Menyinggung masalah proyeksi amankan target produksi minyak, Jonan menjelaskan bahwa Pemerintah masih berpegang pada RAPBN tahun 2017, yakni 815 ribu barel. “Tapi, kalau saya pikir, sih, ini kalau diusahakan. Kalau bisa tidak turun,” katanya. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category