Oil & Gas

Akibat ‘Petaka’ PP No.79 – RRR Indonesia: Lebih Rendah dibanding Vietnam dan Myanmar

img title

Jakarta, petroenergy.id – Reserve Replacement Ratio (RRR) Indoesia lebih rendah dibandingkan Vietnam dan Myanmar. Salah satu penyebabnya adalah ‘petaka’ Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2010 tentang Cost Recovery.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), Arcandra Tahar, mengatakan hal tersebut diatas ketika berbicara pada sebuah seminar yang diprakarsai Universitas Trisakti Jakarta, di Kampus Trisakti, baru-baru ini.

“Berdasarkan data, kegiatan eksplorasi kita masih rendah. RRR Indonesia dengan skema PSC saat ini lebih rendah dari negara Vietnam dan Myanmar. Tahun 2011-2013 kegiatan eksplorasi untuk mencari cadangan migas menurun. Salah satunya karena diterbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 tahun 2010," kata Arcandra Tahar.

Skema Gross Split yang dirancang saat, menurut Arcandara Tahar, untuk mendorong peningkatan aktivitas eksplorasi khusus pengelolaan Wilayah Kerja dengan kontrak kerja baru dan pengalihan, caontohnya adalah Blok ONWJ. “Skema Gross Split telah diterapkan pada Blok ONWJ,” katanya.

Menurutnya, pada skema Gross Split pembagian hasil antara Negara dan pengusaha dilakukan di awal, sehingga pengusaha dapat mengatur lebih baik cost yang dikeluarkan agar hasil akhir yang diterima lebih banyak. 

Dtambahkannya, Gross Split antara lain tujuan untuk mendorong eksplorasi dan eksploitasi yang lebih efektif serta mendorong pelaku usaha industri migas yang lebih efisien dalam menghadapi gejolak harga minyak. “Sementara, bagi blok migas perpanjangan bisa memilih memakai Gross Split atau tetap dengan PSC Cost Recovery," kata Arcandra Tahar. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category