Oil & Gas

Akhir Januari Pemerintah Targetkan Kontrak Blok Rokan Dapat Ditandatangani

img title

Petroenergy.id - Jakarta, Penandatangan kontrak kerja sama bagi hasil gross split Blok Rokan ditargetkan oleh pemerintah dapat dilaksanakan pada akhir Januari 2019.

Sebelumnya PT Pertamina telah membayar bonus tanda tangan sebesar US$ 784 juta atau Rp 11,3 triliun dan jaminan pelaksanaan sebesar 10% dari total komitmen kerja pasti (KKP) yang mencapai  US$ 500 juta atau Rp 7,2 triliun pada Desember 2018.

Jumat [4/1], Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyampaikan kepada wartawan, pembahasan kontrak kerja sama memakan waktu sekitar 2 minggu, sebelum akhirnya ditandatangani.

Jonan juga menambahkan Tahun 2018, kontribusi produksi minyak Pertamina sekitar 36%. “Nah di 2021 nanti, kami ekspektasi, kontribusi minyak Pertamina bisa meningkat 50%.

Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia. Saat ini, produksinya  mencapai 207.000 barel per hari atau setara dengan 26% produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi di Blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak sejak awal blok ini dioperasikan.

Pemerintah pada 31 Juli 2018 memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan Block Rokan kepada Pertamina dan keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi pengajuan proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok tersebut dibandingkan PT Chevron Pacific Indonesia. [str]

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category

Whoops, looks like something went wrong.