Oil & Gas

Adriansyah: Produksi Blok Cepu Masih Capai Keekonomian

img title

Jakarta, petreoenergy.id - Direktur Utama Pertamina EP Cepu (PEPC),  Adriansyah, mengatakan Lapangan Banyu Urip, Cepu, di tengah harga minyak dunia yang terus turun dan menyentuh level USD37 per barel.

Ketika bertemu wartawan  di Jakarta, Jumat (8/4) Adriansyah lebih jauh mengatakan,  untuk setiap produksi yang dihasilkan merogoh biaya sekitar USD18,5 per barel terdiri dari USD6,5 per barel untuk direct dan USD12 per barel untuk operating cost. Biaya ini masih lebih kecil dari harga minyak hari ini yang sebesar USD37 per barel.

"Untuk keekonomian, sekitar USD6,5 per barel yang direct, operating cost USD12 per barel. Jadi dengan harga USD30 per barel masih sangat ekonomis," kata Adriansyah.

Ditegaskannya,  berdasarkan  alasan masih mencapai keekonomi membuat PEPC tidak merencanakan untuk menghentikan atau menurunkan produksi di Lapangan Banyu Urip. Apalagi Lapangan Banyu Urip diproyeksikan berkontribusi sekitar 20 persen dari total keseluruhan produksi minyak dalam negeri.

Adriansyah mengatakan, tidak ada rencana hentikan atau turunkan produksi  PEPC. Menurutnya, produksi yang dihasilkan Blok Cepu ini sebenarnya masih bisa melebihi rencana pada dokumen rencana pengembangan (Plan of Development/POD) yang mengatakan puncak produksi Blok Cepu mencapai 165.000 barel per hari.

Sementara, saat ini pengembangan Lapangan Banyu Urip meliputi lima kegiatan EPC (Engineering, Procurement and Construction) yaitu, EPC 1 : Central Processing Facility (CPF) : 98.90%, EPC 2 : Onshore Export Pipeline (72 km) : 100 % (selesai), EPC 3 : Offshore Export Pipeline & Mooring Tower (23 km) : 100 % (selesai), dan EPC 4 : Floating Storage & Offloading (FSO) : 100 % (selesai). EPC 5 : Infrastructure Facilities. (adi/mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category