Maritime

80 Kapal Kargo & Tanker Tiap Tahun Melintasi Selat Makasar dan Singapura

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap jajarannya  dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan pemanduan kapal sehingga makin meningkatkan keselamatan pelayaran, termasuk di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Hal tersebut disampaikan Menhub usai melantik 74 Perwira Pandu Tingkat II Angkatan XXXIX Tahun 2017 di Ruang Mataram Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Penyelenggaraan pemanduan kapal di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor. 57 Tahun 2015 tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal. Sesuai Peraturan tersebut, pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal diselenggarakan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan (OP), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), atau Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP).

“Namun jika kantor OP, KSOP atau UPP belum menyediakan jasa pemanduan dan penundaan kapal maka pelaksanaan pelayanan jasa pemanduan dan penundaan kapal dapat dilimpahkan kepada Badan Usaha Pelabuhan yang memenuhi persyaratan setelah memperoleh izin dari Menteri,” terang Menhub.

Menurut Menhub, peran pandu dalam menunjang keselamatan pelayaran sangat penting, khususnya di Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan salah satu kawasan terpenting jalur laut di Kawasan Asia Tenggara.

Kawasan sepanjang 550 mil laut tersebut merupakan salah satu jalur laut sempit namun banyak dilalui ribuan kapal dari berbagai negara. Setiap tahunnya terdapat sekitar 70-80 ribu kapal,  baik itu kapal kargo maupun kapal tanker yang melintas di selat Malaka dan Selat Singapura.

“Padatnya kondisi jalur pelayaran di selat tersebut tentunya rawan terhadap kecelakaan di laut. Kondisi ini menjadikan pemanduan di wilayah Selat Malaka dan Selat Singapura menjadi sangat penting terutama dalam menjamin keselamatan pelayaran bagi kapal-kapal yang berlayar. Hingga saat ini, petugas pandu yang bertugas melakukan pemanduan di Selat tersebut berjumlah 40 orang,” jelas Menhub.

Terkait beberapa pelabuhan yang akan menjadi hub internasional, ke depan Menhub akan membekali para pandu dengan fungsi edukasi serta fungsi promosi.

“Saya selalu concern bahwasanya pemanduan ada kaitannya dengan pengembangan Kuala Tanjung. Untuk itu kita akan memberikan pembekalan edukasi dan promosi kepada para pandu karena mereka ini yang akan mengarahkan dan memberikan informasi kapal-kapal internasional yang masuk wilayah tersebut,” ujar Menhub. (san)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category