Investment

120 Rumah di Kalimantan Pakai Listrik dari Limbah Sawit

img title

Jakarta, petroenergy.id - Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN, Djoko R. Abumanan, mengatakan, listrik dari Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Biomassa (PLTBm) dan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan Biogas (PLTBg) berkapasitas total 12 MW bisa melistriki 120 rumah di pedesaan di Kalimantan.  

"Kalau ada 12 MW, kalau 1 rumah 120 Watt, berarti 100 rumah. Ini adalah renewable energy, biomassa, dan biogas. Cukup lumayan lah," kata Djoko ketika menyaksikan penandatanganan PJBTL di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (25/4).

PLTBm ini akan menggunakan bahan bakar kayu dari pohon akasia alias 'batu bara hijau' sebagai sumber energi primernya, yang ditanam dilahan sekitar pembangkit. "Biomassa kita ambil dari pohon akasia, kita sebut 'batu bara hijau' yang tumbuh terus, dibakar menjadi listrik," kata Djoko.

Sedangkan PLTBg akan menggunakan gas dari hasil limbah sawit. Potensi limbah sawit yang belum dimanfaatkan di Kalimantan Selatan dan Tengah sangat besar. "Biogas diambil dari limbah cari pabrik sawit, yaitu pome. Selama ini terbuang sehingga methan-nya menimbulkan efek rumah kaca," ucapnya.

Dijelaskan, masing-masing perjanjian memiliki jangka waktu kontrak 20 tahun. Harga jual yang disepakati pada kerja sama ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 27 tahun 201, di mana kontrak untuk PLTBm adalah Rp.1.495/kWh, sedangkan untuk PLTBG adalah Rp.1.365/kWh. 

Kerja sama ini akan segera ditindaklanjuti dengan proses pendanaan oleh pengembang, dan selanjutnya proses konstruksi pembangkit yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 24 bulan untuk PLTBm dan 13 bulan untuk PLTBg.

Konstruksi awai direncanakan mulai dilaksanakan pada Mei 2017 untuk PLTBm dan Desember 2016 untuk PLTBg. PLTBm yang akan dibangun di Desa Kerabu, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Waringin Barat, Kalimantan Tengah direncanakan COD pada Juni 2019. Sedangkan PLTBg yang akan dibangun di Desa Suka Damai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, direncanakan COD Juli 2017.

Pembangunan proyek pembangkit dari sumber energi baru dan terbarukan ini juga sejalan dengan program dan target pemerintah untuk mencapai 25% bauran energi baru terbarukan pada tahun 2025, serta membantu mengurangi emisi 29% pada tahun 2030. "Ini termasuk program-program yang kita percepat. Potensinya di Kalimantan banyak sekali, luar biasa," kata Djoko.

PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN Kalselteng) melakukan kerja sama Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL), dari PLTBm berkapasitas 10 Mega Watt (MW) dan PLTBg 2 MW. mk

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category