Oil & Gas

Survei YLKI: Takaran BBM Beberapa SPBU Melebihi Toleransi

img title

Jakarta, PetroEnergy.id - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan takaran BBM di sejumlah SPBU di wilayah Jabodetabek  sesuai standar toleransi Pertamina dan Metrologi.  Namun, ditemukan beberapa nozle yang takarannya melebihi  standar.

Secara umum, YLKI tidak menemukan adanya SPBU yang melakukan kecurangan dalam pengisian BBM, baik jenis premium, pertalite, pertamax, pertamax turbo dan solar/bio solar. Hasil itu disampaikan YLKI guna meluruskan kecurigaan sementara konsumen bahwa takaran BBM di SPBU patut dipertanyakan.   

YLKI sendiri telah melakukan survei uji petik takaran serta standar layanan di SPBU sepanjang periode Agustus 2016  – November 2016 terhadap 48 SPBU (229 nozle) dari 900 SPBU di wilayah Jabodetabek.

Hasil survei itu dipublikasikan melalui acara "Launching dan Talkshow Hasil Uji Petik Takaran dan Standar Layanan di SPBU", Senin (21/11/2016) di Jakarta.

Peneliti dari YLKI yang juga koordinator lapangan survei, Natalia Kurniawati mengatakan bahwa tim survei memang menemukan ada beberapa SPBU yang kurang dalam menyalurkan BBM ke kendaraan konsumen. Namun ada juga yang kelebihan.

Dari 229 nozle yang diuji, terdapat 20 nozle (8,7%)  melebihi standar toleransi Pertamina (+-60 ml/20 lt). "Kami menemukan ada SPBU yang kurang hingga tujuh sendok makan dalam 20 liter. Namun ada juga SPBU yang kelebihan Hingga sembilan sendok makan," ujar Natalia.

Namun begitu, menurut Natalia, kelebihan atau kekurangan takaran tersebut masih dalam batas toleransi, baik memakai standar toleransi Pertamina 60 ml/20 lt maupun Metrologi 100 ml/20 lt.

"Bila ada SPBU yang kelebihan atau kekurangan, kami akan segera melakukan tera ulang terhadap nozle SPBU bersangkutan. Silakan menghubungi kami," ujar Johan, kepala Unit Pengelola Metrologi DKI Jakarta.

Menurut Johan, untuk meminimalisasi kecurangan SPBU, pihaknya melakukan uji tera secara diam-diam. "Empat sampai lima bulan setelah dilakukan tera ulang resmi, kami secara diam-diam melakukan survei untuk mengetahui takaran di sejumlah SPBU," ujarnya.

Sementara Wianda Pusponegoro, Vice President Corporate Communication PT. Pertamina (persero) mengapresiasi survei yang dilakukan YLKI. Wianda menginformasikan, hingga kini ada 5.700 SPBU di bawah pengelolaan Pertamina. Dari jumlah itu, menurut Wianda, saat ini ada dua nozle pertamax dan satu nozle bio solar di salah satu SPBU di DKI Jakarta disegel karena ada masalah.

Sementara itu, Ketua YLKI, Tulus Abadi berharap tera ulang yang dilakukan Metrologi terhadap SPBU sebaiknya dilakukan dua kali setahun, dari yang saat ini satu kali setahun. "Bila terjadi kesalahan takaran atau ada kecurangan, bisa segera diketahui bila dilakukan tera ulang dua kali setahun," tutur Tulus. (san)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category