Oil & Gas

Proyek Matindok dan Paku Gajah Onstream Akhir Bulan ini

img title

Cirebon, petroenergy.id --Nanang Abdul Manaf, PTH President Director PT Pertamina EP menyatakan telah ada beberapa proyek yang onstream dalam tiga tahun terakhir. Proyek Pengembangan Cikarang Tegal Pacing dengan target produksi gas puncak mencapai 14 MMSCFD, sudah onstream Maret 2017.

Sementara proyek yang on stream akhir bulan April 2017 ini adalah Proyek Pengembangan gas Matindok yang menelan biaya US$ 692 Juta dan Proyek Pengembangan Paku Gajah yang menelan biaya US$ 139,7. Kedua proyek tersebut kapasitas produksinya masing- masing 105 MMSCFD dan 45 MMSCFD serta kondesat 1.100 BOPD. "Diharapkan dengan on streamnya 2 project tersebut, kami dapat melampaui target produksi yang ditetapkan sebesar 85.000 BOPD dan target laba bersih sebesar USD 596 juta",ujar Nanang di Cirebon (11/4).

 "Satu project lainnya yaitu Project Pengembangan Lapangan Jirak (EOR) yang sudah mencapai progress fisik sebesar 7.6%, ditargetkan akan rampung pada Desember 2018 dengan target tambahan produksi mencapai 2.780 BOPD," tambahnya.

Selain itu, upaya pencarian cadangan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Kinerja Seismik 2D 2016 mencapai 100% yaitu sebesar 953 KM dan Seismik 3D 2016 mencapai 128% yaitu sebesar 1.008 KM2. Dan untuk target Seismik 2017 untuk 2D mencapai 883 KM dan 3D mencapai 621 KM2.

"Untuk tren ke depan, menurut kami potensi yang besar letaknya ada di Kawasan Timur Indonesia. Dan kami sudah masuk di Kawasan Timur Indonesia seperti di Papua Barat dengan kegiatan seismik Klamasosa dengan total luasan 500KM yang dikerjakan secara multiyears, untuk tahun 2017 ini target sebesar 200 KM dan sisanya 300KM di Tahun 2018", tambahnya.

Lebih lanjut, Nanang menambahkan bahwa sebelumnya di sekitar tahun 2014 Pertamina EP juga mendapatkan temuan eksplorasi di Sumur Piraiba di Tanjung Kalimantan Selatan,

"Melihat potensi dari sumur Piraiba tersebut tahun ini kami masuk kegiatan seismik di Tanjung dengan target total 350KM. Kemudian kami akan menambah data seismik 2D di area Tanjung Area Barat", jelasnya.

"Terkait Seismik Kupalanda di Area Bintuni Papua Barat yang sudah berjalan sejak tahun 2016. Kami targetkan hasil penemuan disana harus signifikan karena apabila temuan cadangannya kecil maka tidak akan ekonomis mengingat upaya yang dilakukan sangat besar karena areanya mayoritas merupakan rawa. Maka dari itu, berangkat dari kegiatan sebelumnya, Kami akan review hasil dari seismik di Kupalanda apakah potensinya sesuai dengan target yang diharapkan", pungkas Nanang.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category