Energy

Presiden Joko Widodo Resmikan Ground Breaking Proyek PLTU Lontar

img title

Banten, petroenergy.id  – Presiden  Republik Indonesia, Joko Widodo  meresmikan ground breaking Proyek PLTU Lontar Unit 4 (1x315 MW), Jumat (10/6). Proyek PLTU Lontar Unit 4 lanjutan dari proyek existing PLTU Lontar Unit 1,2 dan 3 dengan kapasitas total 3x315 MW. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Sudirman  mendampingi Presiden meresmikan proyek bagian dari program listrik 35.000 MW ini.

Pengembangan proyek PLTU Lontar merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketengalistrikan. Pasokan listrik yang dihasilkan PLTU Lontar Unit 4 akan memperkuat tiga subsystem kelistrikan yakni, subsistem Balaraja, Kembangan, serta subsistem Muara Karang-Gandul.

Jokow‎i mengatakan, saat dirinya melihat Indonesia dari udara, masih banyak wilayah yang gelap karena belum teraliri listrik, kondisi tersebut membuat masyarakat tidak optimal dalam menjalankan kegiatannya.

"‎Karena kalau lihat malam hari dari atas Indonesia banyak wilayah masih gelap," kata Joko Widodo.

Pembangunan PLTU Lontar Unit 4 ditandatangani 17 September 2015 dengan efektif kontrak 1 April 2016. Dibangun diatas tanah seluas 11 hekatar persegi, proyek ini menelan biaya USD 225 juta, Y 18 milyar dan Rp 1,58 milyar. Untuk Proyek ini PLN mendapat kucuran dana dari JBIC, dimana pendanaan langsung ini diberikan kepada PLN tanpa jaminan dari pemerintah, pola pendanaan ini baru pertama kali dilakukan dengan Jepang.

Pelaksana proyek ini dilakukan pemenang tender yakni, Sumitomo Corporation, Black and Veatch International Company dengan menggandeng kontraktor local PT Suryamitra Surya Perkasa.

 

Sementara itu, PT PLN menyatakan pembangunan PLTULontar  Unit 4 dapat menyerap 3.000 tenaga kerja. PLTU ini juga diharapkan dapat menambah 206 ribu pelanggan baru.

"Syukur alhamdulilah seluruh kesiapan pembangunan telah kami selesaikan. Nantinya pasokan dari PLTU Lontar unit 4 akan memperkuat sistem Jakarta-Banten dan akan masuk sub sistem Balaraja," kata Direktur Utama PT PLN Sofyan Basyir, Jumat (10/6/2016).

Sofyan menuturkan pembangunan PLTU Lontar unit 4 ini dapat menyerap 3.000 tenaga kerja. Bila sudah selesai, diharapkan dapat menambah 206 ribu pelanggan baru.

‎"Hal ini tentu dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan di area lokasi proyek," kata Sofyan.

Presiden Joko Widodo (Widodo) pun meresmikan peletakan batu pertama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lontar Extension unit 4 dengan kapasitas 1x315 MW, di Jalan Raya Mauk, Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten.

Pembangunan PLTU Unit 4 Lontar kapasitas 315 MW ditandatangani pada 17 September 2015, dengan efektif kontrak pada 1 April 2016.  PLTU ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 6,8 triliun.

PLTU ini dibangun di atas tanah seluas 11 hektar persegi dan diproyeksikan selesai pada 2019 mendatang. Pembangunan dilaksanakan oleh Sumitomo Corporation, Black and Veacth International Company, dan PT Satyamitra Surya Perkasa. (mk)

 

 

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category