Energy

PLN Tingkatkan Pasokan Kelistrikan di Ambon

img title

Ambon, petroenergy.id  – PLN kembali mendatangkan Kapal Pembangkit Listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) guna meningkatkan pelayanan dan pasokan kelistrikan. Kapal berkapasitas 60 Mega Watt (MW) dari Turki yang disewa selama 5 (lima) tahun oleh PLN tersebut hadir di Pulau Ambon, Provinsi Maluku dan telah tiba di Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku pada hari Rabu lalu.

Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PLN Haryanto W.S. menyatakan, dengan hadirnya MVPP tersebut, jumlah pasokan daya listrik pada sistem Ambon dipastikan aman.

“Ini merupakan salah satu upaya kami untuk terus memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat Maluku, khususnya di Pulau Ambon. Diharapkan dengan adanya penambahan supply pasokan listrik melalui MVPP tersebut, dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat”, ujarnya.

MVPP tersebut telah melalui tahapan custom clearance atau pemeriksaan administrasi oleh pihak Bea Cukai setibanya di Waai. Setelah itu, dibutuhkan 12 (dua belas) hingga 14 (empat belas) hari persiapan dan serangkaian tahapan uji coba sebelum akhirnya pasokan listrik dari MVPP tersebut dapat disinkronkan dengan jaringan di sistem Ambon.

Saat ini, MVPP tersebut sedang melakukan fixing posisi yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 3 (tiga) sampai 4 (empat) hari ke depan. Untuk mengoptimalkan waktu yang ada, pelaksanaan fixing posisi tersebut akan dilakukan secara paralel dengan pelaksanaan stringing yaitu penyambungan konduktor yang ada pada tower jaringan transmisi di darat dengan yang ada di kapal sebelum dilakukan serangkaian uji coba.

Haryanto juga menambahkan, kehadiran kapal listrik ini bukanlah solusi permanen untuk meningkatkan sistem kelistrikan di Ambon. Namun hal tersebut adalah temporary solution dimana saat ini PLN sedang membangun proyek-proyek kelistrikan di Maluku, khususnya di Pulau Ambon, seperti pembangunan PLTP Tulehu berkapasitas 2 x 10 MW dan PLTMG Ambon Peaker berkapasitas 30 MW sebagai prioritas utama untuk keandalan sistem Ambon.

Untuk diketahui, saat ini Daya Mampu sistem Ambon sendiri yaitu mencapai 61,2 MW dengan Beban Puncak mencapai 58,04 MW. Dengan adanya tambahan daya 60 MW dari MVPP tersebut, dipastikan sistem Ambon akan memiliki cadangan daya sebesar 63,16 MW.

“Jumlah daya yang besar dan cukup tidak akan berarti apabila gangguan jaringan, terutama akibat pohon, masih sering terjadi. Maka dari itu kami menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di sekitar jaringan listrik di lingkungannya sehingga pasokan listrik yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan maksimal”, ujar Haryanto.

Selaras dengan kehadiran MVPP atau kapal listrik tersebut, PLN juga akan mengoperasikan jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 70 kV pertama di Maluku yang telah dibangun pada tahun 2012 di Pulau Ambon dengan panjang jaringan yaitu 49 kms serta 2 (dua) Gardu Induk (GI) dengan total kapasitas 60 MVA yaitu GI Passo dan GI Sirimau.

Selanjutnya, kapal listrik tersebut akan menyuplai listrik melalui GI Passo dan GI Sirimau yang kemudian akan diteruskan ke sistem Ambon. Dengan demikian, pengoperasian MVPP berkapasitas 60 MW tersebut akan sejalan dengan pengoperasian dari jaringan transmisi serta kedua GI tersebut.

“Pada saat dilakukan tahapan uji coba sinkronisasi pasokan listrik dari MVPP serta uji coba pengoperasian jaringan transmisi tersebut dengan sistem Ambon, kemungkinan akan terjadi padam di beberapa titik. PLN berharap masyarakat memahami bahwa hal ini bersifat sementara” tutup Haryanto. (mk)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category