Maritime

Pertamina Ikut Regional Marine Pollutant Exercise

img title

Denpasar, petroenergy.id -- Kegiatan Latihan bersama penanganan pencemaran laut akibat  tumpahan minyak  atau Regional Marine Pollutan Exercise (Marpolex) yang  digelar bersama antara Pemerintah Indonesia , pemerintah Fiipina dan pemerintah Jepang di perairan Benoa ,Denpasar Bali pada 15 hingga 18 Mei 2017.

Kegiatan berskala internasional ini dibuka oleh Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono . Pertamina menurunkan 69 personil ,2 tugboat yang dilengkapi dengan fire fighting system, 1 RIB dan 1 speed boat  dan peralatan Lindungan Lingkungan Perairan (LLP) berupa Oil Boom, Oil Skimenr dan Oil Pollutank.

PT Pertamina Persero yang turut berpartisipasi dalam Regional Marpolex ini dikoordinasikan oleh Fungsi HSSE Korporat bekerja sama dengan Fungsi  Marine Direktorat Pemasaran dan Niaga dan di dukung oleh Pertamina MOR V. Hadir dalam kesempatan tersebut General Manager MOR V Herman M. Zaini, Vice President  Marine, Joni Harson dan Vice President  HSSE Direktorat  Pemasaran,Tengku Badarsyah.

Menurut Area Manager Communication & Relations Jatim Balinus Heppy Wulansari, paritispasi Pertamina pada Marpolex adalah untuk menguji kemampuan peralatan dan kesiagaan SDM dalam penanggulangan kebakaran dan tumpahan minyak di laut dan sarana pengimplementasian Sistem Manajemen Keselamatan, kesehatan Kerja dan Lindungan Lingkungan (SMK3LL) secara berkelanjutan yang memang sudah diterapkan Pertamina selama ini.

Selain itu, latihan bersama tersebut dapat meningkatkan kerja sama efektif dan saling menguntungkan di antara Pertamina dan instansi terkait dalam penanggulangan kebakaran dan tumpahan minyak di laut. “Hal itu sejalan dengan Peraturan Presideng No, 109 tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di laut (National Contingency Plan)”  ujarnya.

Regional Marpolex 2017 ini merupakan latihan ke-20, adapun latihan pertama Regional Marpolex dilaksanakan pada tahun 1986 bertempat di Davao, Filipina, dan terakhir dilaksanakan di Perairan Cebu, Filipina pada bulan Mei 2015. Latihan kali ini juga dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara Anggota ASEAN sebagai Observer, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Vietnam dan meilibatkan instansi terkait seperti Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI, Polri, SKK MIGAS, dan stakeholder lainnya.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category