Energy

Pengembangan PLTB Tunggu Finalisasi Feed In Tariff

img title

Jakarta, PetroEnergy.id – Sekretaris Jenderal AEAI (Asosiasi Energi Angin Indonesia) Ifnaldi Sikumbang, menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang menunggu finalisasi skema feed in tariff untuk PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) yang saat ini draft Peraturannya masih dipihak Pemerintah.

“Dalam RUPTL PLN 2016 – 2025, Indonesia kan akan bangun 2,5 GW PLTB sampai tahun 2025. Sebelum ini terlaksana kita butuh dulu kepastian feed in tarif nya. Kita masih nunggu ini,” kata Ifnaldi kepada PetroEnergy.id hari ini 13 Juli 2016 di Jakarta.

Dijelaskannya, potensi energi angin di Indonesia telah teridentifikasi di beberapa lokasi terutama di wilayah Jawa, Sulsel, Nusa Tenggara dan Maluku. Beberapa pengembang telah mengusulkan pembangunan PLTB di beberapa lokasi seperti: Sukabumi, Sidrap, Bantul dan Jeneponto. “Sudah cukup banyak investor yang berminat sebenarnya,” tambah dia.

Namun begitu, ia meminta para investor nantinya harus mencermati stabilitas PLTB kedalam sistem kelistrikan Indonesia. Pasalnya PLTB merupakan pembangkit dengan sumber energi intermittent, menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang fluktuatif.

Untuk itu dalam pengoperasiannya, dibutuhkan pembangkit cadangan sebagai pembangkit pendukung untuk mengantisipasi ketika terjadi penurunan kecepatan angin
dibawah batasan desain turbin.

“Sehingga, untuk setiap daerah dengan karakter sistem berbeda, dibutuhkan kajian yang berbeda juga untuk menilai kelayakan proyek PLTB, terutama skala besar,” ujarnya. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category