Energy

MUI Keluarakan Fatwa Haram Mencuri Listrik

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa MUI No.17 Tahun 2016 tentang hukum pencurian Energi Listrik berdasarkan pertimbangan bahwa saat ini pencurian dan penyalahgunaan tenaga listrik telah sampai pada tingkat sangat meresahkan, merugikan dan membahayakan banyak pihak, terutama pemegang hak, negara dan masyarakat.

Yang dimaksud pencurian energi listrik dalam fatwa ini adalah penggunaan atau pemanfaatan listrik yang bukan menjadi haknya secara sembunyi, baik dengan cara menambah watt, mempengaruhi batas daya, mempengaruhi pengukuran energi, maupun perbuatan lain yang illegal.

MUI juga menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah, dalam hal ini PLN, wajib hukumnya menjamin ketersediaan listrik yang terjangkau bagi seluruh warga sesuai kebutuhan secara berkeadilan. Dan kepada masyarakat, dihimbau untuk menggunakan listrik secara legal, hemat, dan berdayaguna.

Peluncuran fatwa itu dilakukan oleh Ketua Umum MUI Dr. KII. Ma’ruf Amin, yang didampingi Ketua Komisi Fatwa MUI Prof. Dr. Hasanudin, MA dan jajaran Direksi PT. PLN (Persero).

Sementara itu, General Manajer PT PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) Syamsul Huda pernah menyatakan bahwa dengan fatwa itu semakin lengkap perangkat pihaknya dan juga kepolisian untuk mempertegas dan menindak para pencuri listrik. "Termasuk kalau ada orang dalam PLN yang bermain-main dalam pencurian listrik kita tak segan-segan menindak dan memprosesnya ke dalam hukum," tukasnya di Jakarta 27 |Mei 2016.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category