Global

Mangkraknya 34 Proyek Pembangkit Listrik Terkait Suap MaxPower?

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Ketua Koalisi Energi Indonesia Tumpak Sitorus mendesak agar skandal suap MaxPower diusut tuntas oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Pasalnya, kata dia, kasus suap ini berkaitan dan berakibat pada mangraknya 34 Proyek pembangkit tenaga listrik di Indonesia. Dari jumlah tersebut 12 diantaranya tidak bisa dilanjutkan sama sekali.

"Kira-kira pertengahan tahun ini, U.S. Federal Bureau of Investigation (FBI) telah menyerahkan laporan awal perihal suap ini kepada KPK. FBI menduga MAXpower Pte. Ltd menyuap beberapa pejabat Indonesia untuk memenangkan proyek ketenagalistrikan tersebut. Kemudian KPK sendiri telah menerima laporan mangkraknya proyek ketenagalistrikan ini pada sekitar minggu kedua November 2016 ini. Jadi kasus ini berkaitan dan harus cepat diungkap," kata dia kepada media di Jakarta, 25 November 2016.

"Diduga suap itu bernilai lebih dari US$ 750.000 dalam bentuk tunai, yang diberikan oleh MAXpower Pte. Ltd. Sekitar tahun 2014 dan awal tahun 2015. Bahkan ada indikasi kuat suap in telah dilakukan sejak tahun 2012," tambahnya.

Dijelaskannya, pada tanun 2014, merekai diketahui telah berhasil menjaring investasi dari beberapa perusahaan investasi Indonesia. Di antaranya Mahanusa Capital dan Gunung Sewu Capital. Keberhasilan ini datang setelah Standard Chartered Private Equity mengguyur investasi sebesar USD 25 juta pada Desember 2013.

Selain itu, kata dia, Standard Chartered Private Equity telah diketahui oleh publik di Amerika Serikat telah membuka seluruh bukti-bukti yang berkaitan dengan hal ini kepada U.S. Departement of Justice, Bank of England dan Monetary Authority of Singapore. Standard Chartered Private Equilty oleh karenanya menerima bisnis di bawah pengawasan Departemen Kehakiman dan kantor Jaksa Wilayah New York sejak tahun 2012.

Belum lama ini, KPK menyatakan telah berkirim surat kepada Maxpower dan meminta data MaxPower untuk kasus dugaan suap ini. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, data ini untuk menambah dan melengkapi data demi melanjutkan penyelidikan. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang juga telah berkunjung ke kantor FBI untuk meminta data dugaan suap ini. Namun sayangnya FBI mengaku juga minim data soal ini.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category