Oil & Gas

Klaim 9 Dash Line Tiongkok Ganggu Iklim Investasi Migas Di Natuna?

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -Konsep 9 dash line Tiongkok yang mengklaim wilayah tradisional fishing ground mereka menjorok ke wilayah Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Filipina dan Indonesia telah ditentang banyak Negara. Pada wilayah NKRI, peta ini dibuat menjorok masuk ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, yaitu Kepulauan Natuna.

Sukmandaru Prihatmoko, Ketua Umum IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) menjelaskan dari klaim peta 9 dash line Tiongkok, ada yang batasnya melanggar wilayah Indonesia yaitu Kepulauan Natuna khususnya di Natuna Timur. "Klaim ini tentunya menggangu iklim investasi di Natuna termasuk itu Sumber Daya Alam yang diatas permukaan laut seperti perikanan dan sebagainya ataupun yang dibawah laut seperti gas dan sebagainya.

"9 dash line mereka memasuki cekungan Natuna Timur. Padahal daerah ini memiliki cadangan hidrokarbon yang cukup besar seperti potensi cadangan gas bumi yang mencapai 222 Tcf dan gas lainya yang bisa diproduksi hingga 45 Tcf dengan lapangan utamanya di Natuna D Alpha," jelas Daru.

Selain itu, kata dia, ini juga menggangu potensi geowisata yang sedang digalakkan Pemerintah. Sebab Tiongkok seolah telah memasukkan wilayah Natuna ini kedalam wilayah bersengketa sehingga dikhawatirkan wisatawan akan ragu-ragu datang ke Natuna.

9 dashline ini juga menggangu iklim investas migas di daerah tersebut. "Investor jadi dibuat ragu-ragu oleh mereka karena seolah ini adalah wilayah kerja yang bermasalah," tambahnya.(adi)

 

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category