Other

KEN Tanggapi Soal Pembubaran Unit Ad Hoc Kementerian ESDM

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Ketua Komite Eksplorasi Nasional, Andang Bachtiar menanggapi perihal pembubaran organisasi Ad Hoc berdasarkan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 6752 K/70/MEM/2016 tentang Pembubaran Unit Organisasi Ad Hoc di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam siaran pers resminya yang diterima PetroEnergy 6 September 2016, Andang menyatakan memahami sepenuhnya kebijakan Kementerian ESDM untuk membubarkan unit Ad Hoc Komite Eksplorasi Nasional. Untuk itu, KEN sudah mengirimkan Laporan Penutupan Sementara (Interim Closing Report) kepada Menteri ESDM c.g. Sekretaris Jenderal sebagai laporan pendahuluan terkait dengan pelaksanaan tugas Komite Eksplorasi Nasional, yang mana laporan tersebut akan diselesaikan secara lengkap paling lambat tanggal 19 September 2016.

Kemudian merujuk kepada SK menteri diatas bahwa fungsi yang selama ini dilaksanakan oleh organisasi Ad Hoc KESDM dikembalikan kepada unit organisasi Eselon 1 terkait, dengan ini kami sampaikan bahwa fungsi, ruang lingkup dan quick win KEN berkaitan dengan berbagai Ditjen dan Badan serta Sekjen, yaitu: Ditjen Migas, Ditjen EBTKE, Ditjen Minerba, Badan Geologi, Badan Penelitian & Pengembangan serta Pusdatin-Sekjen KESDM.

Lalu sebagai pertanggung-jawaban publik atas penggunaan anggaran negara, kami sampaikan bahwa realisasi anggaran KEN tahun 2015 adalah sebesar Rp. 824 Juta dan penggunaan anggaran KEN tahun 2016 sebesar Rp. 405 juta.

KEN menyatakan pada akhir tahun 2015, KEN sudah menyampaikan 13 (tiga belas) rekomendasi utama untuk meningkatkan eksplorasi migas, diantaranya mengenai: Usulan riset-riset dasar migas, Strategi eksplorasi dalam wilayah yang akan habis masa kontraknya, Pencabutan PP 79/2010 dan Perubahan PSC term kontrak kerjasama, Revisi kontrak migas non-konvensional, Fokus eksplorasi untuk peningkatan cadangan migas, Tata-kelola perijinan migas, Keterbukaan data migas dan Revisi UU Migas yang menguatkan eksplorasi.

Sampai akhir Agustus 2016 KEN mengklaim pencapaian untuk Subkomite Minyak dan Gas bumi, diantaranya sebagai telah berhasil memasukkan targetan pencapaian RRR (Reserve Replacement Ratio) =100% melalui usaha eksplorasi dalam 10 tahun ke depan (2025) di R-Perpres tentang RUEN (Rencana Umum Energi Nasional), sehingga masalah eksplorasi ini akan benar-benar diseriusi dan terukur menjadi KPI (Key Performance Index) targetan pemerintah ke depan.

Kemudian mengangkat "horizon" baru potensi sumberdaya migas Indonesia yang dapat dijadikan cadangan migas dalam 5-10 tahun kedepan. KEN juga telah mempelopori pencabutan/revisi PP 79/2010 sejak tahun 2015 sehingga saat ini proses pencabutan/revisi PP 79/2010 telah menjadi agenda Kementerian ESDM, Kementerian Perekonomian dan Kementerian Keuangan.

Untuk keterbukaan data migas yang sudah diatur sejak 2006 dengan PerMen 27/2006 tapi pelaksanaannya justru menghambat kegiatan eksplorasi telah disasar oleh KEN. Obor keterbukaan data telah kita nyalakan dan kita estafetkan ke pihak yang lebih berwenang. KEN telah mengangkat kembali perhatian pemerintah untuk segera mengembangkan kawasan Natuna Bagian Timur (NBT) dengan pulau Natuna Besar sebagai pusat pengembangannya, serta hybrid antara hulu dan hilir.

KEN mempelopori pembaharuan term and condition (T&C) dalam kontrak kerjasama, terutama dalam menentukan T&C kontrak baru (termasuk alih kelola blok) sehingga kontrak kerjasama memberikan daya tarik keekonomian dan mendorong kontraktor dapat melakukan kegiatan eksplorasi lebih agresif. KEN telah menginisiasi dan menjadikan program riset dasar eksplorasi migas (yang meliputi riset Migas Non-Konvensional, Sistem Petroleum Pra-Tersier, Gas Biogenik, dan Sistem Petroleum Gunung Api) di lembaga riset ESDM (Balitbang dan Badan Geologi) sebagai program riset tahun 2016 dan 2017.

KEN juga mempelopori studi inventarisasi potensi sumber daya gas biogenik 10 cekungan di Indonesia (Cekungan Sibolga, Sumatera Tengah, Sumatra Selatan, Utara Jawa Barat, Utara Jawa Timur, Barito, Kutai, Tarakan, Sengkang, Waipoga). dan terakhir KEN telah menghidupkan kembali Konsorsium Riset Migas Kelautan sebagai forum untuk men-sinergiskan dan meningkatkan kegiatan survey kelautan sebagai salah satu bagaian kegiatan eksplorasi migas.

Untuk KEN Subkomite Panas Bumi sedang merumuskan usulan-usulan strategis dari quick win yang sudah dirumuskan, diantaranya melakukan evaluasi dan / atau mengusulkan rekomendasi revisi terhadap kebijakan pemerintah pusat, kementerian, dan pemerintah daerah yang kontra produktif dengan misi utama untuk menjadikan energi panas bumi sebagai basis ketahanan energi nasional;

Membuat prospek ranking dalam prioritas eksplorasi dari WKP (existing dan IPB), WKP yang akan dilelang, dan daerah terbuka untuk mengubah resource menjadi proven reserve. Membuat usulan dan menginisiasi riset yang harus dilakukan oleh pemerintah, sesuai dengan karakteristik sistem panas bumi di Indonesia. Mendorong peran Pemerintah / BUMN / BLU untuk melakukan pengeboran eksplorasi dan mendorong Pemerintah mengoptimalkan dana Panas Bumi untuk melakukan eksplorasi.

Sedangkan KEN Subkomite Minerba, sedang menyusun sedang merumuskan usulan-usulan strategis dari quick win yang sudah dirumuskan, diantaranya mendorong Percepatan Perumusan Mineral Policy Dan Memasukkannya Kedalam Tata Perundangan Republik Indonesia. Melakukan Evaluasi Dan / Atau Mengusulkan Revisi Kebijakan Pemerintah Pusat, Kementerian, Dan Pemerintah Daerah Yang Kontra Produktif Dengan Eksplorasi Minerba.

KEN memastikan Sistem Manajemen Dan Pengolahan Data Kebumian dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keberhasilan eksplorasi Minerba. Disamping itu mempromosikan Perusahaan pada tahap eksplorasi untuk dapat tercatat (Listing) di Idx (Bursa Efek Indonesia).

KEN ingin mempercepat penyelesaian masalah yang menghambat pelaksanaan kegiatan eksplorasi terkait dengan penerapan Uu No. 23 Tahun 2014 dan regulasi terkait KLHK. KEN ingin mendorong percepatan Lelang Wiup Baru dan membuat usulan dan menginisiasi riset yang harus dilakukan oeh Pemerintah untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi Minerba (termasuk UNDERGROUND COAL GASIFICATION).:

"Untuk menyelesaikan tugas utama KEN sebagaimana diamanatkan, kami sedang menyusun Laporan lengkap yang mencakup subkomite migas, minerba dan panas bumi. Khusus mengenai subkomite migas, laporan lengkap disusun menjadi Buku Putih Eksplorasi Migas Indonesia. " tutup Andang. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category