Energy

ITOCHU Cairkan Pinjaman USD 3,4 Milyar Untuk PLTU Batang

img title

Tokyo, PetroEnergy.id --Masahiro Okafuji Presiden & CEO ITOCHU Corporation dalam keterangan resmi dari website Itochu, Jumat 3 Juni 2016 menyatakan, bahwa pihaknya telah mencairkan pinjaman sebesar USD 3,4 Milyar kepada PT. Bhimasena Daya Indonesia anak perusahaan PT Adaro Energy untuk proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) 2x1000 Mw di Batang, Jawa Tengah.

Sumber dana pinjaman tersebut berasal dari beberapa Bank dintaranya; Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Sumitomo Mitsui Banking Corporation, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd, Mizuho Bank , Ltd, Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited, Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation, Shinsei Bank, Limited, The Norinchukin Bank, DBS Bank Limited dan Overseas-Chinese Banking Corporation.

Berdasarkan data PLN, PLTU Jawa Tengah ini merupakan proyek yang dipersiapkan dengan pola Kerjasama Pemerintah dan Swasta Proyek KPS PLTU Jawa Tengah ini merupakan proyek Showcase KPS skala besar pertama dengan nilai investasi lebih dari Rp 30 Triliun, sekaligus proyek KPS pertama yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur). Pada tahun 2006, Pemerintah telah menetapkan proyek PLTU Jawa Tengah sebagai salah satu model proyek KPS. Disamping itu, proyek ini juga merupakan salah satu proyek yang turut dimasukkan di dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) dan juga merupakan model showcase KPS yang telah dicanangkan oleh Pemerintah pada tahun 2010.

Konsorsium J-Power, Ithocu dan Adaro adalah pemenang tender proyek PLTU Jawa Tengah 2×1000 MW pada tanggal 17 Juni 2011 yang selanjutnya telah membentuk PT Bhimasena Power Indonesia sebagai entitas pelaksana proyek. Skema KPS yang akan diterapkan di dalam proyek ini adalah Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) dengan masa konsesi selama 25 tahun. Proyek ini diperkirakan mulai beroperasi komersial (Commercial Operation Date/COD) pada akhir 2016.

Sementara teknologi yang digunakan adalah ultra-supercritical, yang memiliki tingkat efisiensi dan emisi karbon lebih baik dari pembangkit batu bara yang dimiliki PLN saat ini sehingga merupakan PLTU ramah lingkungan. Di samping itu PLTU Jawa Tengah nantinya akan memanfaatkan pasokan batubara nasional berkalori rendah. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category