Energy

Ihwal Permen ESDM No. 11/2017

img title

Jakarta, petroenergy.id - Peraturan  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.11 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pembangkit Listrik telah resmi diterbitkan Januari lalu. Mengutip pemaparan yang  diterbitkan Ditjen Ketenagalistrikan, berikut poin-poin utama Permen tersebut.

Ruang Lingkup Pengaturan

  • Mengatur dari sisi teknis dan harga gas bumi untuk pembangkit listrik.
  • Untuk menjamin ketersediaan pasokan gas bumi dengan harga yang wajar dan kompetitif, baik untuk gas pipa maupun LNG.
  • Pengembangan pembangkit listrik di mulut sumur (wellhead) melalui penunjukkan langsung.
  • Memberikan kemudahan dalam pengaturan alokasi gas bumi bagi pembangkit listrik.

Jangka Waktu & Alokasi Gas

Jangka Waktu:

  • Sesuai umur pembangkit listrik (20 tahun), KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) sebagai pemasok wajib menjamin sesuai PJBG.

Alokasi Gas:

  • Alokasi gas untuk listrik langsung ke PLN atau Badan Usaha Pembangkitan Tenaga Listrik.
  • PLN atau Badan Usaha Pembangkitan dapat membeli dari Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Niaga Gas lainnya yang mendapatkan alokasi gas bumi sepanjang dapat menyediakan fasilitas / infrastruktur gas bumi;
  • Diutamakan bagi pembangkit listrik yang berada di mulut sumur (wellhead).

Pengembangan Pembangkit Listrikdi Mulut Tambang (wellhead)

  • Pemanfaatan gas bumi di mulut sumur (wellhead) untuk pembangkit listrik dapat melalui penunjukan langsung atau pelelangan umum.
  • Titik interkoneksi tenaga listrik berada ada pada Gardu Induk (GI) terdekat.

Penunjukan Langsung:

- Harga gas  ≤ 8% ICP/MMBTU (plant gate).

- Jaminan alokasi gas sesuai PJBG.

- Nilai investasi pembangkit didepresiasi sekurang-kurangnya 20 tahun.

- Efisiensi pembangkit dengan Specific Fuel Consumption (SFC) setara minyak solar (HSD) sebesar 0,25 liter/ kWh.

 

Pelelangan Umum:

- Harga gas > 8% ICP/MMBTU.

 

Harga Gas dan tarif Pipa Gas

Harga LNG:

  • Sesuai keekonomian lapangan dan menggunakan formula yang disepakati pada harga Free on  Board (FoB).
  • Apabila harga LNG dalam negeri lebih besar dari 11,5% ICP/MMBTU (Parity to Oil) FoB, PLN/badan usaha diberi kewenangan untuk mengimpor LNG sepanjang harganya di bawah 11,5% ICP/MMBTU pada terminal regasifikasi pembeli (landed price).
  • Dalam hal LNG yang akan diimpor harganya di atas 11,5% ICP/MMBTU (landed price), PLN/badan usaha dapat membeli gas pipa dengan harga lebih dari 11,5% ICP/MMBTU atau membeli LNG dalam negeri dengan harga lebih tinggi dari 11,5% ICP/MMBTU FoB.

Tarif Penyaluran Gas Bumi:

  • Melalui Pipa, besaran tarif penyaluran, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
  • Melalui moda selain pipa (kapal, tongkang, truck), besaran tarif penyaluran, dihitung sesuai nilai keekonomian atau pasar kompetitif.

Jaminan

  • Penjual (badan usaha pemegang izin usaha niaga gas bumi), memberikan jaminan: Keandalan pasokan alokasi gas bumi; Keandalan transportasi gas bumi.
  • Pembeli (PLN/badan usaha pembangkitan), memberikan Jaminan: Pembayaran tepat waktu.

Perjanjian Jual Beli Gas untuk Listrik

  • Memuat sekurang-kurangnya: Sumber Pasokan, Volume dan Spesifikasi, Harga Gas Bumi, Jangka Waktu Kontrak, Review Harga (Price Review), Mekanisme Penyaluran Gas Bumi, Hak dan Kewajiban Pembeli dan Penjual Gas Bumi.
  • Jika LNG dan CNG, dilaksanakan berdasarkan tinjauan jumlah volume penyaluran harian dari merit order pembangkit listrik yang masuk (Infrastruktur disediakan PLN/Badan Usaha Pembangkitan).
  • Multidestinasi (dapat ditujukan untuk ke unit pembangkit listrik PLN di lokasi mana pun). (san)
ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category