Oil & Gas

Dirjen Migas: Gugus Trilateral Kembangkan Data WK Migas

img title

Jakarta, petroenergy.id -  Pemerintah membentuk Gugus Trilateral yang melibatkan Ditjen Migas, Badan Geologi dan Balitbang ESDM, guna untuk mempersiapkan penawaran wilayah kerja (WK) migas konvensional maupun non konvensional.

Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja, kepada wartawan di Jakarta, Selas (2674) mengatakan, sebelum WK ditawarkan kepada calon investor data-data seperti data geologi harus dianalisi terlebih dahulu agar dapat diketahu kepastian ada atau tidaknya migas.

“Penyiapan WK itu sebetulnya harus dimulai dari data geologi, dianalisis ada cekungan apa, kemudian oleh ahli-ahli dianalisis lagi apakah ada minyaknya atau tidak. Baru kemudian kita siapkan dalam bentuk WK untuk ditawarkan,” kata IGN Wiratmaja Puja dikutip migas.go.id, Rabu (27/4).

Menurutnya, Gugus tugas trilateral bertugas melakukan penelitian, penyelidikan, pengembangan, pengkajian dan survei di bidang migas untuk menunjang penyiapakn dan penawaran WK migas.

Tim ini, kata Wiratmaja, masing-masing unit ini melakukan kegiatannya sendiri-sendiri sehingga hasilnya tidak maksimal.  Gugus Trilateral telah menyusun roadmap penyiapan WK migas untuk percepatan temuan cadangan tahun 2015-2019. Roadmap bersifat dinamis dan apabila ditemukan data baru, dapat dilakukan perubahan.

Sesuai roadmap tahun 2016, Badan Geologi akan melakukan survei dan penyiapan data di Atambua dan Memberamo, Cekungan Tomori Selatan, Cekungan Arafura, Cekungan Tarakan, Cekungan Savu dan Cekungan Misool. Sementara Balitbang akan melakukan analisis G&G di Tomini Bay V, Sula II, Dolok, Gorontalo Tomini II dan Karaeng. Ditjen Migas akan melakukan penyiapan 5 WK migas yaitu Merauke, SE Mandar, West Misool, Gorontalo Tomini I dan Tomini Bay.

Pada tahun 2017 mendatang Badan Geologi akan melakukan integrasi data bawah permukaan dan lapangan di Cekungan Tarakan, Cekungan Tomori Selatan, Cekungan Akiumegah serta melakukan survei G&G pada Cekungan Jayapura Selatan dan Cekungan Waigeo. Balitbang ESDM akan melakukan analisis G&G di Mamberamo, Atambua, Savu, Misool, Tomori Selatan, Tarakan, Morowali, Arafura, Sunda Strait IV dan Halmahera. Sedangkan Ditje Migas akan menyiapkan WK Migas di Tomini Bay V, Sula II rev1, Dolok, Gorontalo Tomini II dan Karaeng.

Sementara, pada tahun 2018, Badan Geologi direncanakan akan melakukan survei G & G di Cekungan Waipoga dan Sahul serta integrasi data bawah permukaan dan lapangan di Cekungan Arafura, Taliabu, Banggaisula dan Wokam. Sedangkan Balitbang ESDM akan melakukan analisis G&G di NE Madura, Masalima, Monamani (Arafura), North Kuantan, Asam-asam, Atambua, Memberamo dan Kai-Seram. Ditjen Migas menyiapkan WK migas di Memberamo, Atambua, Savu, Misool, Tomori Selatan, Tarakan, Morowali, Arafura, Sunda Strait IV dan Halmahera.

Terakhir pada tahun 2019, Badan Geologi akan melakukan survei G & G Cekungan Iwur dan intergrasi data bawah permukan dan lapangan di Cekungan Waipoga, Onin Kumawa dan Sahul. Balitbang ESDM berencana melakukan analisis G&G di Bird Head, Seringapatam II, East Seringapatam, SE Sepanjang dan Wanapiri. Sementara Ditjen Migas menyiapkan WK di NE Madura, Masalima, Monamani (Arafura), North Kuantan, Asam-asam, Atambua, Memberamo dan Kai-Seram. mk

ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category