Energy

Pupuk Indonesia Dukung Harga Gas Diturunkan

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat mendukung keputusan Pemerintah untuk menurunkan harga gas bagi industri pupuk. Menurut Aas, ini menunjukan perhatian yang besar dari Pemerintah terhadap sektor pertanian dan kebijakan Presiden tersebut merupakan kabar baik bagi kelangsungan industri pupuk di tanah air.

“Kebijakan ini sangat bertepatan dengan kondisi kami saat ini yang tengah mengalami kesulitan akibat jatuhnya daya saing industri sebagai akibat tingginya biaya produksi karena harga gas yang tinggi”, kata Aas di Jakarta 21 Oktober 2016.

Tingginya harga gas saat ini memang membuat urea Indonesia tidak bisa bersaing karena biaya produksi urea di Indonesia sudah melebihi harga pasar internasional. “Bila terus berlanjut, mungkin kami harus menurunkan rate produksi. Namun dengan kabar baik ini, kami bisa pastikan bahwa pabrik pupuk akan dapat terus bertahan dan mengamankan pasokan pupuk dalam rangka meningkatkan produksi pertanian”, ujar Aas.
“Presiden terbukti berpihak terhadap petani, karena merekalah yang paling merasakan manfaatnya bila pupuk dapat dijual dengan harga murah dan tersedia setiap saat”, kata Aas.

Ketersediaan pupuk, menurut Aas, akan menunjang program pemerintah dalam swasembada pangan, mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Lebih lanjut Aas menyatakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang terus memperjuangkan turunnya harga gas. “Apabila harga gas bisa diturunkan hingga level 3 dollar, industri pupuk akan dapat bersaing lagi dengan pupuk urea impor yang saat ini mulai membanjiri pasar dalam negeri”, kata Aas.

Menurutnya, sebagai negara agraris sudah sepatutnya Indonesia dapat memenuhi sendiri kebutuhan pupuk dalam negerinya, tidak tergantung kepada produk impor. Pasokan pupuk juga dapat lebih terjamin sesuai dengan prinsip 6 tepat (tepat waktu, jumlah, jenis, lokasi, mutu dan harga), sehingga para petani yang berada di daerah terpencil juga dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhannya dengan harga yang terjamin.

“Bukan hanya itu, dengan turunnya harga gas, sebenarnya juga turut membantu meringankan beban subsidi karena tagihan subsidi kepada Pemerintah jelas akan berkurang juga”, kata Aas.

Bila produsen mampu bersaing, tentunya akan menghasilkan laba yang kemudian akan berkontribusi terhadap Pemerintah dalam bentuk pajak dan dividen.

“Belum lagi multiplier effect yang dihasilkan, dimana industri pupuk banyak menyerap tenaga kerja, mulai dari kios-kios di daerah, distributor, perusahaan transportasi, pemasok barang, sampai memberdayakan masyarakat di sekitar pabrik”, jelas Aas. (adi)

 

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category