Business

Harga Gas Turun, Industri Pupuk Bisa Tingkatkan Efisiensi Dan Revitalisasi

img title

Jakarta, PetroEnergy.id -- Di tengah kondisi sulit dan dibayangi kemungkinan menurunkan rate produksi, Aas menegaskan bahwa Pupuk Indonesia terus meningkatkan efisiensi. Salah satu strategi yang diterapkan adalah dengan menekan konsumsi bahan baku gas lewat program revitalisasi.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat menyatakan ; “Karena usia pabrik yang rata-rata sudah tua dan menggunakan teknologi lama, pabrik urea kita termasuk boros konsumsi gasnya. Rata-rata pabrik kita sudah berusia di atas 20 tahun dan konsumsi gasnya sekitar 35 MMBTU/ton”, jelas Aas Asikin di Jakarta 21 Oktober 2016.

Pabrik-pabrik yang sudah tua dan boros tersebut, akan dimatikan dan digantikan pabrik baru yang lebih efisien dan hemat energi dengan rata-rata konsumsi gas sektiar 25 MMBTU/ton. Program revitalisasi yang telah berjalan antara lain pembangunan Pabrik Kaltim-5 di Bontang yang telah diresmikan Presiden RI tahun lalu, kemudian Pusri 2B di Palembang yang diharapkan selesai tahun ini, serta pabrik Amurea 2 di Gresik yang ditargetkan beroperasi tahun 2018.

“Kami juga meningkatkan penghematan biaya distribusi, dan biaya-biaya non gas lainnya”, kata Aas.

Amankan Musim Tanam

“Menghadapi musim tanam Oktober ini, kami dapat pastikan bahwa stok pupuk di semua daerah aman.”, tegas Aas. Pupuk Indonesia sendiri mendapat penugasan penyaluran pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton untuk semua jenis pupuk. Besaran ini ditentukan oleh alokasi yang ditetapkan Kementerian Pertanian. “Jadi, tiap kabupaten mempunyai alokasi yang besarannya ditentukan oleh Pemerintah, kami selaku produsen akan menyalurkan sesuai alokasi tersebut”, jelas Aas.

Untuk stok pupuk sendiri, saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman. Sampai Oktober 2016, total stok untuk semua jenis pupuk bersubsidi di lini 3 mencapai 1.293.345 ton, atau hampir empat kali lipat dari ketentuan Pemerintah. “Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun”, tegas Aas.

Rincian dari total tersebut adalah stok urea 602.240 ton, NPK sebesar 385.290 ton, SP36 sebesar 124.186 ton, 89.532 ton, dan pupuk organik 91 ribu ton. “Jadi dari sisi stok sangat aman. Bila ada daerah yang mengeluhkan kekurangan pupuk, mungkin karena alokasi daerah tersebut sudah habis dan perlu mengajukan permohonan re-alokasi”, jelasnya.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category