Business

60 Persen Kapal Offshore Migas Menganggur

img title

Jakarta, Petroenergy – Menurunnya harga minyak ternyata berdampak negatif pada aktifitas bisnis kapal offshore untuk sektor hulu minyak dan gas. Kapal-kapal untuk penunjang jasa seismik dan sebagainya akhirnya banyak yang menganggur.

“Saat ini banyak armada yang menganggur diantaranya untuk kapal hulu migas idle sebanyak 60 persen. Hal ini juga diikuti oleh kapal tongkang untuk batubara yang idle 60 persen juga karena sektor pertambangan juga masih terpukul,” kata Ketua Umum INSA( Indonesia National Shipowners Association )  dalam jumpa pers hari ini di Jakarta. “Akhirnya banyak sekali yang rugi dan sedikit yang mendapat BEP (Break Event Point),” tambahnya.

Untuk itu ia berharap Pemerintah dapat mempercepat penyerapan dana APBN demi mendukung industri pelayaran dalam Negeri. Pembangunan infrastruktur tersebut di antaranya adalah pembangunan pelabuhan, pembangunan power plan untuk memenuhi kebutuhan listrik, pengadaan kapal perintis untuk melayani rute-rute yang belum tersentuh oleh pelayaran niaga nasional, pembangunan jalan dan jembatan, serta pembangunan storage migas.

Sementara itu Bendahara INSA Nova Y. Mugijanto menambahkan, pembangunan power plant memang salah satu yang harus segera dikebut untuk menggairahkan market pelayaran. “Proyek 35.000 MW salah satu menjadi harapan bagi INSA ditengah turunnya harga minyak dan perlambanan ekonomi global,” tukasnya. (adi).

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category