Energy

Reaktor Riset Langkah Besar Menuju PLTN

img title

Serpong, PetroEnergy.id -- Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan bahwa saat ini Indonesia mempunyai 3 reaktor riset. Diantaranya di kota Bandung yang berdiri sejak 1965 dengan daya maksimal 2MW, kemudian di kota Yogyakarta beroperasi mulai 1976 berdaya 100 kW dan terakhir di kawasan Serpong, Tangerang yang sudah mengabdi sejak 1987 dengan daya maksimal 30 MW.

Meskipun secara umum 3 reaktor tersebut mempunyai tujuan umum seperti poin-poin di atas, namun masing-masing reaktor mempunyai peruntukan spesifik yang berbeda. Misalnya pada Yogyakarta ditekankan pada pendidikan dan latihan, Bandung untuk produksi radioisotop skala kecil, dan Serpong.

Dijelaskannya, reaktor riset nuklir saat ini digunakan untuk; pendayagunaan di bidang kesehatan, industri, dan lingkungan. Kemudian pada penelitian untuk menemukan berbagai pemanfaatan baru, misal: Material dengan sifat melebihi karakter awal.

Reaktor PRSSG Siwabessy di Serpong karena ukuran dayanya yang besar, maka mendukung pemanfaatan skala industri terutama produksi radioisotop untuk kesehatan. Selain itu juga mempunyai potensi untuk menjadi pemain utama di bidang kesehatan di tingkat Asia.

"Dengan perbaikan fasilitas di perusahaan BUMN produksi radioisotop terkait diharapkan dalam 2-3 tahun ke depan Indonesia, ditargetkan pemanfaatan reaktor Serpong, berkiprah kembali sebagai pemasok utama radioisotop di tingkat regional.

"Tapi sebenarnya apa tujuan lain 3 reaktor riset tersebut didirikan? Yang jelas saat ini bukan untuk menghasilkan listrik, karena memang didesain bukan untuk itu. Tujuan lain yaitu untuk melatih SDM Indonesia dalam rangka menghadapi operasi reaktor nuklir yang lebih besar, yaitu PLTN," kata Djarot kepada PetroEnergy 22 Agustus 2016.

"Beroperasinya 3 reaktor riset selama puluhan tahun menunjukkan bahwa SDM Indonesia sangat mampu menangani fasilitas nuklir dengan disiplin ketat sehingga tetap," tegas Djarot.

Senada Kurtubi, Anggota DPR dari Fraksi Nasdem juga mnegatakan bahwa sebaiknya Pemerintah mencoba membangun PLTN itu. "Jangan ada ketakutan aka pembangunan PLTN yang kahirnya kita ketinggaan jauh oleh Negara-negara di ASEAN. Negara seperti Malaysia dan Vietnam saja sudah membangun PLTN padahal Indonesia lebih duluan yang membangun reaktor riset nuklir. Apa mau kita ketinggalan terus," ujar Kurtubi belum lama ini di Jakarta dalam suatu acar diskusi. (adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category