Global

Pekerja Pertamina Sesalkan Tawarkan BBHP Dari Itochu Ditolak

img title

Jakarta, petroenergy.id -- Sekretaris Jenderal FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) Arie Gumilar menyesalkan penolakan Direksi Pertamina atas tawaran sistem BBHP (Bare Boat High Purchase) dari perusahaan galangan kapal internasional, Itochu. Padahal dengan BBHP atau sewa beli yang dulu pernah diterapkan bisa membuat Pertamina Shipping mandiri karena mempunyai banyak kapal kembali.

"Sistem BBHP yang menyerupai leasing sehingga setelah 10 tahun kemudian kapal tersebut bisa dimiliki kan bisa menguntungkan Pertamina. Dengan sistem ini akan lebih baik dari pada hanya mengadakan carter kepada perusahaan galangan kapal swasta. Cita-cita kami Pertamina Shipping justru harus diperkuat kedepannya daripada ketergantungan dengan carter saja," katanya kepada petroenergy, belum lama ini di Jakarta.

Ditambahkannya; "Dengan BBHP ini Pertamina Shipping pernah jaya dengan memiliki lebih dari 100 kapal termasuk diantaranya ada VLCC. Jadi ini sebenarnya solusi agar Pertamina bisa mudah beli kapal karena ada sharing resiko. Kalau ditenderkan carter kan ujung-ujungnya kapal bukan milik Pertamina. Jadi, jika ada tawaran kerjasama yang lebih baik mengapa tidak menggunakan seperti ini saja. Mengapa ditolak. Padahal kualitas kapal Jepang juga baik," tambahnya.

Dijelaskannya, saat ini Pertamina masih mencarter sebanyak 200 kapal dari berbagai perusahaan galangan kapal. Biaya carter adalah sebesar USD 42.000 per hari. Sedangkan jika menggunkan BBHP Pertamina hanya bayar sebesar USD 37.000 per hari. "Ini justru lebih murah karena dengan BBHP tidak bayar kru dan BBM nya.

Walaupun ia mengakui sebetulnya hampir sama pembiayaan gross per bulannya, namun sekali lagi keuntungannya kapal akan milik Pertamina nantinya dan tak perlu repot lagi mengurus carternya.

"Alasannya kalau memakai BBHP maka akan sulit berurusan dengan masalah pajak, aturan sistem investasi Pertamina, mainatanace dianggap susah," tandasnya.

Asal tahu saja, sebenarnya Pertamina memang sedang berbenah diri dalam pengadaan kapal termasuk kapal besar seperti tanker untuk mendukung kinerjanya. Terakhir, Pertamina memesan 8 kapal tanker kepada galangan kapal swasta. Satu unit kapal pengangkut minyak mentah dengan bobot mati 17.500 LTDW telah diluncurkan beberapa waktu lalu di galangan kapal Unit Lamongan, Jawa Timur.(adi)

ads-small ads-small ads-small ads-small ads-small

Job Posting

No job posted

Oil Price

Exchange Rate

All Category